Imbas Covid-19, Banyak Pramugari Nganggur Sampai Harus Berjualan Kue

BNews—NASIONAL— Maskapai penerbangan di Indonesia turut terkena imbas pandemi covid-19. Tidak hanya pilot, pramugari sementara waktu harus di rumahkan sehingga tidak bisa terbang menampingi para penumpang pesawat terbang.

Seperti yang dialami salah satu pramugari cantik asal Bandung, Dewi Fitriani , 26. Dewi mengatakan hal yang membuatnya sedih bukan karena harus berdiam diri di rumah. Namun karena tidak bisa mendampingi para penumpang. Utamanya para pemudik.

”Sedihnya sekarang kita tidak terbang. Tapi kita sendiri tidak bisa mudik juga,” kata Dewi.

”Bahagianya itu mengantar orang-orang yang mudik bertemu keluarganya. Kadang ada beberapa penumpang yang ngucapin selamat Idul Fitri sambil ngasih kue kering atau gift buat kita yang tugas saat itu,” imbuhnya

Dewi menjelaskan, sejak diberlakukan pembatasan penerbangan, dirinya harus tinggal di rumahnya Jakarta. Semula, ia berpikir akan bahagia karena bisa menjalankan ibadah puasa sehari penuh di darat.

”Jadi benar-benar seperti orang kebanyakan karena itu tidak biasa kami rasakan tiap tahunnya. Tetapi lama kelamaan mulai terasa bosan. Apalagi ditambah benar-benar tidak bisa ke mana-mana,” keluhnya.

(Foto: Dok pribadi)

Hingga akhirnya Dewi mulai merasakan penat hingga pusing karena tidak terbiasa memiliki waktu sangat luang seperti saat ini. Akhirnya ia bersama rekan sejawat menghabiskan waktu dengan berkreasi. Mulai memasak sampai bisnis makanan seperti kue.

”Ya, akhirnya kita cari cara buat ’killing time’ yang bisa menghasilkan uang biar produktif. Padahal sebelum ada pembatasan ke luar rumah kita sempat membuat grup dancer, grup workout sampai lari sore,” ucapnya.

Ungkap dia, pascapenerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kreativitas mereka benar-benar diuji supaya tidak bosan karena diam saja di rumah. Dibandingan dengan yang biasanya setiap hari bertemu langsung dengan orang banyak yang berbeda karakter dan berbeda budaya.

”Sekarang kita kehilangan jam terbang. Sama kehilangan my beloved passangers. “Duuuh banyak banget yang dirinduinnya. Bisa dibilang ada separuh jiwa yang hilang dari kita sih,” ungkap Dewi.

Baca juga: Mantap, Kurang Dari 24 Jam Polisi Tangkap Geng Motor Pelaku Penganiayaan di Muntilan

”Dari kejadian ini, kita jadi kembali sadar bahwa memang ternyata kita mencintai pekerjaan kita. Termasuk penumpang-penumpang yang setiap hari kita temuin,” imbuhnya.

Dewi menambahkan, dirinya dan rekan-rekannya sangat berharap pandemi ini segera selesai karena sudah banyak yang dirindukan. ”Sangat tidak sabar untuk segera menyambut para penumpang pesawat kembali,” pungkas dia. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: