IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Ini Alasan Mengapa Para Penderita Kanker Berkepala Botak

BNews—NASIONAL— Salah satu tanda yang terlihat dari para penderita kanker adalah kepala yang pelontos. Meskipun tak semua penderita mengalami kerontokan rambut, tapi hal ini terjadi karena merupakan salah satu efek dari pengobatan kanker.

Selain itu ada juga efek lain dari pengobatan kanker. Seperti timbul rasa mual, kelelahan, indera pendengaran yang berkurang, gairah seks menurun, diare, serta perubahan pada kulit dan kuku. Namun, yang paling mudah dilihat adalah rambut yang terus rontok.

Pada umumnya, terdapat dua alasan mengapa para pasien kanker umumnya berkepala botak. Pertama, karena perawatan dan pengobatan kanker yang menyebabkan rambut rapuh dan rontok.

Obat-obatan dan kemoterapi bertujuan membunuh sel-sel kanker, namun juga bisa merusak akar rambut. Sehingga para penderita kanker memutuskan untuk membotaki kepalanya.

Beberapa pasien tak hanya kehilangan rambut di kepalanya. Namun juga bulu-bulu di bagian tubuh lain seperti bulu mata, alis, bulu ketiak dan pubis.

Kerontokan rambut karena kemoterapi tak berlangsung selamanya. Setelah tiga hingga sepuluh bulan dari perawatan dan pengobatan kanker berakhir, maka rambut akan tumbuh lagi.

Rambut mungkin tidak langsung tumbuh dengan normal dan lebat, namun seiring berjalannya waktu rambut akan tumbuh seperti sediakala, bahkan lebih lebat.

Loading...

Alasan kedua, adalah para penderita kanker memang dengan sengaja membotaki kepalanya. Bahkan sebelum efek kanker dan pengobatan mempengaruhi kesuburan rambut.

Banyak pasien yang mengakui bahwa membotakkan kepala sebelum rambut mulai rontok akan membuat perasaan dan psikis lebih stabil.

Selain itu, membotaki rambut sebelum rambut mulai rontok juga lebih mempermudah perawatan. Sebab, kondisi rambut rontok bisa membuat tekanan batin dan membutuhkan waktu ekstra ketika kondisi rambut selalu berantakan. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: