Ini kawasan di Magelang yang Terkena Hujan Abu Pasca Erupsi

BNews—SRUMBUNG—Letusan Merapi hari ini yang kedua menyebabkan hujan abu di beberapa wilayah lereng merapi sisi barat (21/5). Terpantau sekitar pukul11.30 wib di wilayah Kamongan Kecamatan Srumbung dan Desa Ngargomulyo Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang mulai rinting-rintik hujan abu terjadi.

 

Sebelumnya diberitakan bahwa telah terjadi letusan kedua pada pukul 9.38 wib dengan jenis erupsi freatik dengan durasi 6 menit dan tinggi kolom letusan 1200 m, serta arah angin ke barat merapi. Dari pantauan Borobudur News Hujan abu ini terjadi dengan durasi tidak begitu lama dan tipis.

 

Udin salah satu pegiat Radio Komunitas Gema Swara FM Kamongan Srumbung mengatakan sekitar pukul 11.30 wib wilayah Kamongan hujan abu. “Durasi hujan abu cuman sekitar 10 menit dan cuman rintik-rintik tidak begitu deras,” katanya saat di wawancarai Borobudur News siang ini (21/5).

ERUPSI : sisa Hujan abu tampak di dedaunan disekitaran rumah warga di Kamongan Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang (21/5)--(foto--Udin)
ERUPSI : sisa Hujan abu tampak di dedaunan disekitaran rumah warga di Kamongan Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang (21/5)–(foto–Udin)

“Hanya abu tipis dan lembut saja, tidak disertai material lain. Hal ini Nampak dari sisan hujan abu di dedaunan sekitar rumah saya,” imbuhnya.

 

DPD PKS Magelang Ramadhan

Nur Cholik, salah satu petugas BPPTKG Yogyakarta saat dikonfrimasi mengatakan bahwa hal tersebut biasanya hanya terbawa angina. “Itu terlihat dari jumlah dan durasinya yang sedikit dan sebentar, hal ini dampak dari erupsi freatik kedua tadi yang arah anginya ke barat merapi,” katanya.

 

Diketahui bahwa erupsi freatik ini merupakan Erupsi yang terjadi bersifat freatik (dominasi uap air). Hal ini juga disebakan proses keluarnya magma ke permukaan bumi karena pengaruh uap yang disebabkan sentuhan air dengan magma baik secara langsung ataupun tidak langsung. Erupsi Freatik terjadi ketika adanya air tanah, air laut, air danau kawah, atau air hujan yang menyentuh magma di dalam bumi, panas dari magma akan membuat air tersebut menjadi uap, dan ketika tekanan uap sudah sangat tinggi dan tidak bisa dibendung, maka akan terjadi letusan yang disebut Erupsi Freatik. Letusan dari Erupsi Freatik mengeluarkan material padat yang terlempar akibat tekanan dari uap tadi. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: