Ini Perkembagan Terbaru Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo

BNews—JOGJAKARTA— Tim Persiapan Proyek Pembangunan Jalan Tol di Jogjakarta direncanakan mematok lahan pembangunan jalan Tol Ruas Jogja-Solo mulai 15-20 Agustus 2020. Pematokan jalan tol sepanjang 22 kilometer itu menyusul telah diterbitkannya Izin Penetapan Lokasi (IPL) oleh Gubernur DI Jogjakarta.

Pemasangan patok ditargetkan selesai dalam waktu tiga bulan. Sementara itu, gambar desain konstruksi Jalan Tol Yogya-Solo dipastikan sudah clear dan tidak boleh berubah lagi.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Kundha Niti Mandala sarta Tata Sasana) DI Jogjakarta Krido Suprayitno mengatakan, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dan evaluasi. Utamanya dengan Bupati Sleman, Sri Purnomo.

”Kami baru berproses pola-pola pemberitahuan ke desa-desa yang dilalui berkaitan dengan pemasangan patok proyek pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo tersebut. Etape pertama pematokan diawali dari Kecamatan Kalasan. Mulai dari timur yaitu Desa Tamanmartani dan seterusnya,” ujar Krido di Kepatihan, jogjakarta, Rabu (29/7).

Krido menjelaskan, proses pelaksanaan pembangunan harus melalui sejumlah tahapan. Mulai dari terbitnya IPL Gubernur DIJ, kemudian diserahkan kepada pihak yang membutuhkan lahan yaitu Satuan Kerja Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (Satker PJBH) Tol Yogya-Solo. Kemudian diserahkan kepada Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) DIJ sebagai Panitia Pengadaan Lahan Satgas A dan Satgas B Jalan Tol di D.

”Administrasi kelengkapan pembebasan lahan ada di Panitia Pengadaan Lahan Satgas A dan Satgas B saat ini. Jika Satker PJBH baru menyerahkan dokumen IPL tersebut awal Agustus 2020, maka pemasangan patok di lapangan baru dilakukan sekitar 15- 20 Agustus,” katanya.

Krido menyatakan, desain konstruksi Tol Jogja-Solo sudah sesuai dengan gambar yang ada di IPL Gubernur DIJ yang secara definitif tidak boleh berubah lagi. Karena itu, desain konstruksinya sudah clear sebab masyarakat yang terdampak juga sudah menyetujui secara teknis, sehingga tidak ada pembentukan Tim Keberatan.

Loading...

Pembangunan fisik jalan tol ini secara umum akan dibangun di atas jalan yang sudah ada dengan konstruksi melayang atau elevated setidaknya 45-55 persen.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

”Polanya tidak lurus di atas Ringroad, tetap konstruksinya sebagian besar elevated. Konstruksi melayang didominasi di atas Selokan Mataram dan Ringroad, kecuali di Simpang Empat Monjali yang dibuat konstruksi at grade atau di tanah, karena merupakan bagian yang dilalui sumbu filosofi,” imbuh Krido.

Menurut Krido, fungsi Ringroad di Simpang Empat Monjali tetap dipertahankan dan tidak akan terputus. Hanya akan bergeser dengan perluasan ke jalur lambat ke arah Utara dan Selatan. Jadi adanya jalan tol tidak mengubah fungsi Ringroad.

Sekda DIJ Kadarmanta Baskara Aji menandaskan, meski tol ada yang di atas Ringroad, namun dipastikan tidak akan mengubah fungsi Ringroad maupun aspek perekonomian di sekitarnya.

”Jadi Ringroad tetap digunakan sesuai fungsinya, hanya akan terjadi pelebaran jalan yang dipakai untuk pemasangan tiang pancang,” pungkasnya.

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: