IRKB Pahami Risiko dan Dampak Pernikahan Dini

BNews–MERTOYUDAN- Tim PHP2D Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi dan Humaniora (BEM FPH) turun tangan pada minggu ke-2, Mereka turun untuk memberikan materi kepada calon kader IRKB (Ikatan Remaja Ketundan Berencana).

Sesi ke-4 dari 10 materi ini diisi oleh duta genre 2019, Febri Arianto yang membawakan materi tentang pernikahan dini. Materi ini mengulik mengenai  dampak dan resiko dari pernikahan dini, penyiapan usia pekawinan dengan merencanakan kehidupan berkeluarga yang  baik; gambaran keluarga sehat, dan pemenuhan hak perempuan dalam pernikahan dini.

Memahami materi pada sesi ini memberikan bekal pengetahuan tentang pernikahan dan membangun kekeluargaan. “Dengan materi ini peserta dapat mengetahui dampak dan bahaya pernikahan dini, mengetahui bagaimana cara merencanakan kehidupan berkeluarga yang baik, dan apa saja hal yang di butuhkan dalam berkeluarga”, kata Febri (25/10/2020).

Sesi kali ini dihadiri oleh 15 peserta dan berjalan lancar. Para kader IRKB semangat dan sangat berantusias mengikuti sesi ini. “Materinya sangat bermanfaat sekali, kita para IRKB jadi tau banyak tentang hal-hal negatif yang berasal dari pernikahan dini.” ungkap Ike Devi Prastika pada Jumat (23/10).

“Menurut pengamatan saya, mereka telah melakukan komunikasi 2 arah dimana ada interaksi antara pemateri dan peserta. Hal tersebut membuat para IRKB menjadi lebih semangat dan sangat antusias mengikuti kegiatan ini.”, ungkap Annisa Zafira selaku penanggungjawab acara, Jumat (23/10).

Menjadi penanggungjawab acara, Annisa berharap ilmu yang diberikan di setiap sesi bisa bermanfaat dan peserta terus bertambah di sesi-sesi berikutnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Loading...

“Yang pertama harapan saya semoga para kader IRKB dapat menerima ilmu yg bermanfaat ini dan dapat berbagi ilmu dengan teman sebaya ataupun yg lebih tua di atasnya. Harapan kedua yaitu untuk sesi selanjutnya semoga makin banyak peserta yg antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Karena akan selalu ada kejutan dari setiap sesi.”, tuturnya pada Jumat, (23/10)

Febri mengatakan bahwa program PHP2D menangani pernikahan usia anak ini merupakan kegiatan yang inovatif. Ia berharap materinya kali ini bisa menambah wawasan untuk menyiapkan kehidupan kekeluargaan. “Kegiatan yang inovatif dan berdampak besar bagi kesetaraan gander lebih-lebih di daerah tertinggal dan jauh dari akses perkotaan. Saya berharap semoga peserta dapat menyiapkan kehidupan berkeluarga dan terhindar dari resiko-resiko pernikahan dini.”, ungkapnya pada Sabtu, (25/10). (*)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: