Kades di Bergas Semarang Dukung Bank Sampah Jadi Unit Usaha Bumdes

BNews—SEMARANG— Sebanyak tiga bank sampah telah terbentuk di Desa Randugunting, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Di antaranya Kebonan Berseri, Maju Jaya, dan Wanita Utomo yang selama ini bekerja sama dengan Yayasan Bintari dan Coca-Cola Amatil Indonesia.

Kepala Desa Randugunting, Nuryanto pun mendukung unit pengelolaan sampah untuk berada di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Dirinya meminta agar segera ditentukan calon-calon pengurusnya.

“Tapi perlu ditentukan dulu siapa saja calon pengurusnya. Bila sudah ada akan kami fasilitasi untuk diskusi membahas pembentukan unit Bumdes ini,” kata dia, Kamis (25/2/2021).

Dia menyebut bahwa pihaknya memang berencana memperluas bidang-bidang usaha Bumdes. Diketahui saat ini ada bidang pengelolaan air bersih dan geung serba guna, kemudian bertambah pengelolaan sampah atau sektor lain.

”Diharapkan dengan bertambahnya bidang usaha Bumdes, kesejahteraan dan kualitas layanan warga bisa ditingkatkan,” ujar dia.

Kendati demikian, Nuryanto menilai bahwa masih ada kendala dalam pengorganisasian antarbank sampah dan pengelolaannya. Misalnya saja bank sampah induk dan tempat pembuangan akhir.

”Belum ada lahan, sedangkan dana desa tidak boleh digunakan untuk pembebasan lahan,” katanya.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Sementara itu, Regional Corporate Affairs Manager-East CCAI Armytanti Hanum Kasmito mengatakan bahwa kegiatan bank sampah sempat terhenti akibat pembatasan kegiatan di masa pandemi. Meski demikian, antusiasme warga menabung sampah tetap tinggi.

Dia menyebut, jumlah nasabah saat ini mencapai 48 orang dan masing-masing bank sampah rata-rata menggelar penimbangan 3 kali per bulan. Selama 6 bulan berjalan, ketiga bank sampah di Randugunting mengumpulkan 1,7 ton sampah.

”Kegiatan ini tak hanya berdampak pada sisi ekonomi, tapi sekaligus ada sisi edukasi dan perubahan perilaku dalam mengelola sampah,” katanya.

Manajer Komunikasi dan Kerjasama Publik Yayasan Bintari Semarang Amalia Wulansari menambahkan, upaya pengurangan sampah harus melibatkan berbagai pihak. Seperti pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Menurut Amalia yang juga sebagai pendamping bank sampah Randugunting ini, kalangan industri didorong untuk menerapkan produksi yang bertanggung jawab (responsible production). Selain itu,  masyarakat juga harus bijaksana dalam konsumsi (responsible consumption).

”Pemerintah bisa membantu dengan penyediaan infrastruktur dan regulasi,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: