Kagumi Gubernur Jateng, Dua Pesepeda Difabel Dari Aceh Temui Ganjar di Puri Gedeh

BNews—SEMARANG— Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kedatangan tamu istimewa. Mereka adalah dua pesepeda difabel asal Banyuwangi, Jawa Timur yang mampir ke Jateng usai menuntaskan perjalanan dari titik nol kilometer, Aceh.

Penyanang disabilitas itu bernama Nanang Setyawan seorang tunadaksa, 28, dan Aditya Nur Hakiki seorang tunarungu serta tunawicara, 25. Mereka sengaja menyempatkan diri mampir ke rumah dinas Gubernur Jateng di Puri Gedeh Kota Semarang lantaran kagum dengan sosok Ganjar yang gemar bersepeda.

”Saya pingin ketemu Pak Ganjar, pingin foto bareng. Soalnya saya tahu Pak Ganjar juga hobi sepedaan. Beliau juga orangnya baik, merakyat, sopan kepada siapapun,” kata Nanang.

Saat menemui kedua pesepeda tersebut, Ganjar langsung mengacungkan dua jempolnya. Ia tidak menyangka, dua difabel asal Banyuwangi itu mampu bersepeda sampai titik nol kilometer di Aceh. Dirinya bahkan melontarkan pujian untuk keduanya.

”Mereka berdua istimewa. Saya heran, ini karena nekat, ora duwe gawean (tidak punya pekerjaan) atau apa, ya. Apalagi Mas Nanang ini, mengayuh hanya pakai satu kaki. Aku wae ora kuat (saya saja tidak kuat),” canda Ganjar, kemarin, (10/2).

Baca juga: Dihadapan Mahasiswa Kristen, Ganjar Ajak tuntaskan Kasus Intoleransi

Meski begitu, Ganjar salut dengan kehebatan dua difabel asal Banyuwangi. Apalagi, selain untuk mencari saudara, keduanya mengusung misi penting dalam memberikan semangat kepada para penyandang disabilitas lainnya.

”Mereka sangat luar biasa. Kerenlah pokoknya. Mereka berdua penyandang disabilitas menyemangati rekan-rekannya dengan bersepeda. Mereka mau mengatakan, jangan patah hati dan tetap semangat kepada para penyandang disabilitas lainnya,” imbuh Ganjar.

Dua pesepeda difabel, Nanang dan Kiki saat berswafoto bersama Gubernur Ganjar

Pertemuan Nanang dan Kiki dengan Ganjar berlangsung menyenangkan. Selain mengorek cerita selama perjalanan, Ganjar juga menggoda dengan pertanyaan tentang ada tidaknya momen pertemuan dengan perempuan cantik. Mengingat keduanya masih bujang alias belum menikah.

Sambil tersipu malu, Nanang dan Kiki kemudian menceritakan bila mengalami banyak pertemuan dengan perempuan cantik. Namun yang menarik hati Nanang adalah gadis cantik asal Jambi bernama Putri. Dengan iseng, Ganjar yang penasaran meminta Nanang memperlihatkan foto Putri dari ponselnya.

”Cantik ternyata, pinter kamu. Mbak Putri, Mas Nanang naksir kamu,” canda Ganjar disambut tawa Kiki. Sementara Nanang hanya tersipu malu.

Kembali diutarakan Nanang, ia mengayuh sepeda tuanya dari Banyuwangi menuju Aceh pada Juli 2019 menggunakan satu kaki. Berbekal uang saku Rp 3 juta, ia mengajak Kiki menyusuri jarak ribuan kilometer. Hingga akhirnya mereta tiba di titik nol kilometer Aceh pada 3 Desember 2019. Selama perjalanan mereka merasan suka duka.

”Sukanya bisa ketemu banyak saudara baru sesama pecinta sepeda ontel. Dukanya, ya, seperti ban pecah, tidur di pom bensin, rantai lepas, rem blong sampai jatuh ke semak-semak dan sebagainya,” kenang Nanang, tersenyum.

Selain penasaran dengan Pulau Sumatera, Nanang dan Kiki juga mengemban misi penting. Keduanya ingin memberikan semangat kepada teman-temannya penyandang disabilitas agar tetap semangat dan tidak putus asa.

”Selain mencari saudara, perjalanan saya ini juga untuk memotivasi. Mereka tidak boleh putus asa dan tetap menjalani hidup dengan semangat. Tetap memberikan yang terbaik,” pungkas dia. (lhr/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: