Dihadapan Mahasiwa Kristen, Ganjar Ajak Tuntaskan Kasus Intoleransi

BNews— SALATIGA— Persoalan intoleransi masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Seluruh stakeholder harus mendukung penyelesaian masalah ini.

Hal itu diungkapkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menghadiri Dies Natalis ke 70 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Kampus UKSW Salatiga, kemarin (9/2/2020). Menurutnya mahasiswa harus mampu menjadi pilar menjaga toleransi antar umat beragama.

“Apapun agama di dunia ini semua melarang untuk saling menyakiti, merisak atau melakukan tindakan-tindakan yang merugikan. Saya berharap, GMKI mampu hadir untuk menebarkan kedamaian, toleransi dan kemanusiaan,” pinta Ganjar.

“Hari-hari ini kita dihadapkan dengan berbagai persoalan bangsa. Mulai virus corona, isu pemulangan eks ISIS hingga tingginya harga bawang putih. Namun dilain sisi, persoalan toleransi juga masih terjadi. Ini harus menjadi perhatian bersama, GMKI harus ikut andil dalam menjaga toleransi,” kata Ganjar di hadapan pengurus GMKI dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain toleransi, persoalan mendasar lain yang kini mulai luntur adalah rasa kemanusiaan. Banyak orang masih memandang perbedaan suku, agama, ras atau golongan dalam setiap tindakannya, bahkan ada yang dengan tega menyakiti sesamanya.

Ketua Umum GMKI Korneles Galanjinjinay sepakat dengan pernyataan Ganjar. Menurutnya, sejak lahir hingga saat ini berusia 70 tahun, GMKI selalu konsisten untuk mengawal berbagai persoalan kehidupan bangsa.

“Termasuk persoalan toleransi, itu memang selalu menjadi hal yang terus kami gaungkan,” kata Corneles.

Corneles berharap kehadiran GMKI mampu memberikan kontribusi positif pada setiap persoalan bangsa. Sinergitas dengan pemerintah akan terus dilakukan untuk mewujudkan Indonesia maju, adil dan makmur. (lhr/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: