Bejat, Pria di Magelang Tega Cabuli Adik Kandungnya Sendiri

BNews–MUNGKID– Entah apa yang merasuki pikiran seorang pria berusia 28 tahun asal Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang. Pasalnya dirinya nekat mencabuli adik kandungnya sendiri seorang gadis berusia 16 tahun.

Pria tersebut diketahui berinisial MF, 28, yang kesehariannya bekerja sebagai buruh harian lepas. Sedangkan korban yang bukan lain adik kandungnya sendiri adalah AUS, 16. Mereka berdua sama merupakan warga di Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang.

Kasat Reskrim Polres Magelang, AKP Hadi Handoko saat ungkap kasus menjelaskan terkait kasus pencabulan atau persetubuhan dibawah umur tersebut. “Kejadian persetubuhan tersebut terjadi di rumah mereka sendiri. Karena pelaku dan korban ini masih tinggal jadi satu orang tua, meskipun pelaku sudah memiliki istri juga,” katanya (27/8/2020).

Untuk kejadian sendiri terjadi sebanyak empat kali di kamar korban. “Untuk kurun waktu kejadan tersebut sejak habis lebaran tahun 2020 dan terakhir 1 Agustus 2020 kemarin,” imbuhnya.

Untuk kronologi bermula, pelaku ini mengetahui bahwa adiknya sering mengirim videonya yang sedang melakukan oral sex kepada pacarnya. Kemudian pelaku menasehati korban untuk tidak lagi melakukan hal tersebut.

“Dan suatu ketika, pelaku ini menasehati korban kembali akan perbuatannya. Namun korban menyampaikan apabila hasrat sexualnya tidak terlampiaskan maka korban akan melampiaskannya kepada orang lain. Kemudian pelaku menawarkan diri untuk membantu korban melampiaskan hasrat sexsualnya dan akhirnya persetubuhan tersebut terjadi sebanyak empat kali,” paparnya.

“Jadi untuk modusnya, bahwa korban yang bukan lain adik pelaku meminta untuk melampiaskan nafsu sexsualnya. Namun, itu tetap salah karena korban masih dibawah umur,” tegasnya.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Kasus ini mulai terungkap setelah korban curhat kepada ayah kandungnya bahwa telah disetubuhi oleh kakaknya. “Karena aduan anaknya tersebut, ayak korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Magelang,” ujarnya.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dikenakan pasal 81 UURI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perppu No.1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua UURI No. 23 tahun 2002. Tentang Perlindungan Anak  menjadi Undang-Undang Jo UURI No.35 tahun 2014. Tentang Perubahan atas UURI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan.

“Untuk ancaman hukuman maksimal 15 tahun. Namun pelaku ini bisa ditambah sepertiga dari ancaman karena masih mempunyai hubungan keluarga dengan korban,” pungkasnya. (bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: