Kata “Maaf” Disampaikan Pelaku Pembunuhan Tiga Orang Sekeluarga Di Magelang
- calendar_month Rab, 21 Des 2022

DDS pelaku pembunuhan tiga orang dalam keluarganya di Magelang
BNews–MAGELANG– Tersangka pembunuhan berencana sekeluarga di Mertoyudan, Magelang, Dhio Daffa S (22), mengaku menyesali perbuatannya. Ia juga meminta maaf kepada keluarga besar dari ayah dan ibunya.
“Tadi menitipkan pesan bahwa tersangka meminta maaf kepada keluarga besarnya dari ayah dan ibunya. Juga meminta maaf kepada warga sekitar telah melakukan perbuatan yang tidak diperbolehkan oleh agama maupun undang-undang. Jadi meminta maaf dan penyesalan,” kata penasihat hukum Dhio, Satria Budhi (19/12/2022).
Polisi diketahui telah melakukan proses rekonstruksi. Terkait rekonstruksi tersebut, Satria mengungkap Dhio memperagakan adegan mulai dari proses awal searching layanan online mencari racun hingga melakukan aksi meracuni ayah, ibu, dan kakaknya, yakni Abas Ashar (58), Heri Riyani (54), dan Dhea Chairunnisa (24).
“Saya lihat tidak ada tekanan. Dia dari awal tertangkapnya pun tidak ada ekspresi tertekan. Memberikan keterangan dengan sewajarnya,” jelasnya.
Satria menambahkan, setelah rekonstruksi ini, pihaknya menunggu berkas dilimpahkan dari kepolisian ke kejaksaan.
“Mungkin di awal tahun 2023 nanti kalau lancar akan dilakukan persidangan di Pengadilan Negeri Mungkid,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Polresta Magelang menggelar rekontruksi kasus pembunuhan tiga anggota keluarga di Magelang. Rekonstruksi secara tertutup itu berlangsung di TKP yakni di Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Senin (19/12/2022).
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Sebagai informasi, kasus ini terjadi pada Senin (28/11/2022) lalu. Pelakunya merupakan anak ke-2 korban berinisial DDS (22), yang tega menghabisi nyawa sang ayah AA (28), ibu HR (54) dan kakak perempuan DC (25).
Plt Kasatreskrim Polresta Magelang, AKP Setyo Hermawan mengungkapkan bahwa dalam rekontruksi tersebut, tersangka memperagakan kurang lebih 17 adegan. Dia menyebut tidak ada ditemukan temuan baru terkait kasus tersebut.
”Kurang lebih ada 17 adegan. Sementara (temuan) masih sama, dari awal pelaku sudah menyampaikan semuanya. Tinggal kita di sini membuat proses rangkaian itu sesuai dengan apa yang terjadi,” ungkapnya kepada wartawan, usai rekontruksi, Senin (19/12/2022).
Dia menjelaskan, proses selanjutnya yakni pihaknya akan melengkapi berkas yang saat ini kelengkapannya masih 60-70 persen. Saat ini pihaknya masih mengecek beberapa keterangan ahli.
”Nanti kita sinkronkan dengan apa yang ada, kita buat berita acara. Target awal tahun (2023) kita bisa segera limpahkan ke kejaksaan,” jelasnya.
Sementara itu, kuasa hukum tersangka, Satria Budi mengatakan tersangka meminta maaf kepada keluarga besar korban dan masyarakat di lingkungan sekitarnya. ”Meminta maaf dan penyesalan,” katanya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar