Misteri Garis Lurus menghubungkan Candi Borobudur, Pawon dan Mendut

BNews—BOROBUDUR— Sebuah fakta unik banyak diperbincangkan di kalangan pelaku wisata Kabupaten Magelang. Dimana, ada sebuah temuan bahwa Candi Borobudur, Pawon dan Mendut berada dalam satu garis lurus.

Jika ditarik garis dari Candi Borobudur ke Candi Pawon dan Candi Mendut, ketiga tu berada dalam satu garis lurus.m miring ke arah timur laut.

Advertisements


Belum ada penjelasan pasti atas kesegarisan tiga candi Buddha ini karena ketiadaan dokumentasi tertulis tentang hal itu.


Dosen Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, DS Nugrahani, mengatakan, pembangunan setiap candi tidak dilakukan sembarangan. Ada tujuan dan konsep dasar yang melandasinya.

Pembangunan biasanya diawali dengan meditasi dan proses metafisika lain untuk menentukan lokasi candi. Ilham yang diperoleh selanjutnya diuji dengan berbagai pengetahuan yang ada untuk memastikan lokasi itu layak dibangun candi.

Pengetahuan yang digunakan untuk menguji lokasi yang ditemukan bisa disejajarkan dengan ilmu dan teknik modern yang ada saat ini. Tanah di lokasi bakal candi harus berkualitas terbaik untuk didirikan bangunan dan subur.

Salah satu pengujian yang dilakukan adalah uji porositas untuk mengetahui kestabilan tanah. Cara yang digunakan adalah dengan menggali tanah dan melihat kecepatan rembesan air di dalamnya. Adapun uji kesuburan tanah dilakukan dengan menanam biji-bijian tertentu di lokasi tersebut.

”Penentuan lokasi candi dilakukan secara holistik, menggabungkan hal-hal bersifat metafisika dan logika,” kata dia.

Menurut Nugrahani, Candi Pawon dan Mendut memang terlihat segaris jika dilihat dari Borobudur. Namun, jika mengacu pada konsep kesegarisan itu harus berorientasi pada arah mata angin, yaitu timur-barat atau utara-selatan, maka ketiga candi ini tidak segaris.

”Orientasi arah mata angin ini penting karena arah timur-barat dan utara-selatan diyakini sebagai sumbu semesta,” ujarnya.

Ahli perbintangan menyebut kesegarisan Borobudur-Pawon-Mendut ini terkait dengan tiga bintang di rasi Orion yang dinamai Alnitak-Alnilam-Mintaka.

Garis lurus yang menghubungkan Alnitak-Alnilam-Mintaka juga miring seperti garis yang menghubungkan Borobudur-Pawon-Mendut.

Saat Orion berada di atas kepala, posisi kemiringan garis ketiga bintang itu mirip dengan kemiringan garis Borobudur-Pawon-Mendut.

Dalam mitologi Yunani dan Romawi, ketiga bintang itu terletak di sabuk rasi Orion, rasi yang menggambarkan seorang pemburu.

Dalam khazanah Nusantara, ketiga bintang itu terletak pada sambungan antara bajak dan pegangan bajak pada lintang luku atau waluku yang digambarkan sebagai bajak sawah. (int)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: