Kecamatan Dukun Magelang Resmi Launching Program Genta Stunting 2025
- calendar_month Kam, 2 Okt 2025

BNews—MAGELANG— Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang resmi melaunching program Genta Stunting (Gerakan Serentak Cegah dan Tangani Stunting) pada Kamis (2/10/2025).
Acara berlangsung di Aula Kecamatan Dukun dan dihadiri sekitar 30 peserta yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, Forkompimcam, PKK, organisasi masyarakat, serta berbagai unsur lainnya.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinsos PPKB PPPA Kabupaten Magelang, Bela Pinarsi, S.H., MM bersama Camat Dukun, Untung Sujoko, S.IP., M.M. Launching ditandai dengan pemutaran video program pencegahan stunting di wilayah Kecamatan Dukun.
Harapan dari Camat Dukun
Camat Dukun, Untung Sujoko, menegaskan bahwa program ini harus menjadi gerakan bersama.
“Launching Genta Stunting diharapkan bisa menggema di seluruh masyarakat Kecamatan Dukun. Saat ini angka stunting di Kecamatan Dukun masih 13,8 persen per Agustus lalu. Harapannya setelah launching ini, unsur pemerintah bersama masyarakat bisa bahu-membahu mengatasinya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pencegahan stunting merupakan aplikasi nyata di lapangan.
“Hari ini kami menegaskan kembali pentingnya pencegahan stunting di Kecamatan Dukun. Kami ingin berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti perbankan, UMKM, sekolah, hingga pengusaha, agar angka stunting bisa terus ditekan. Termasuk dengan adanya dapur MBG yang sedang dibangun di Dukun. Nantinya dapur ini akan memperhatikan bahan masakan dan peralatan yang dipakai untuk mendukung konsumsi sehat,” jelasnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Dinas Sosial yang membuka acara ini. “Saya berharap Bu Kadinsos sekaligus memberikan edukasi untuk menekan angka stunting di Kecamatan Dukun,” tambah Untung.
Penegasan dari Kepala Dinsos
Kepala Dinsos PPKB PPPA Kabupaten Magelang, Bela Pinarsi, dalam sambutannya menekankan latar belakang peluncuran program ini. “Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden menuju Indonesia Emas 2045. Di Kabupaten Magelang, program ini juga menjadi bagian dari visi Bupati dan Wakil Bupati, yakni Magelang Anyar Gress,” jelasnya.
Menurut Bela, Genta Stunting hadir sebagai upaya memperkuat pencegahan dan penanganan stunting secara terpadu. “Gerakan Serentak Cegah dan Tangani Stunting melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga masyarakat agar intervensi gizi dan kesehatan lebih efektif. Kegiatan ini meliputi edukasi gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan balita, pemberian makanan tambahan, serta kampanye pola asuh sehat,” terangnya.
Ia juga memaparkan kondisi angka stunting. “Secara nasional pada 2024, angka stunting masih 14,3 persen. Di Kabupaten Magelang, angka stunting 19,3 persen, turun dari sekitar 25 persen pada tahun sebelumnya. Ini memang lebih rendah, tapi masih cukup tinggi dibanding rata-rata nasional,” ungkapnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISNI (KLIK)
Bela juga menyoroti soal data balita yang ditimbang. “Di Kabupaten Magelang ada sekitar 97.500 balita pada November 2024, tapi hanya 64,97 persen yang bisa ditimbang. Sisanya tidak ada datanya. Saya khawatir sebagian di antaranya stunting karena tidak terpantau. Kader posyandu bahkan harus jemput bola demi pemeriksaan balita. Karena itu, kami berharap semua pihak mendukung agar setiap bayi bisa ditimbang,” tegasnya.
Selain itu, Bela juga mengingatkan soal pencegahan stunting melalui konsep 4T. “Kader posyandu sudah berupaya mengedukasi masyarakat tentang 4T. Pertama, terlalu muda, yaitu pernikahan dini dan kehamilan usia muda yang bisa berpotensi anaknya stunting. Kedua, terlalu tua, kehamilan di usia di atas 35 tahun juga berisiko tinggi. Ketiga, terlalu dekat, jarak kehamilan kurang dari dua tahun bisa mengganggu pemulihan ibu. Keempat, terlalu banyak, jumlah anak terlalu banyak bisa menyebabkan kurangnya perhatian dan pemenuhan gizi optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, kendala risiko stunting juga disebabkan perubahan pola hidup masyarakat. “Masih banyak pernikahan muda, kurangnya edukasi gizi, serta kondisi sanitasi yang buruk. Ini juga menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” katanya.
Bela juga menyinggung program baru dari pemerintah pusat, yakni Genting atau Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. “Program ini mengajak masyarakat, instansi pemerintah, hingga pihak swasta untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak berisiko stunting. Terima kasih Pak Camat, lewat program ini saya berharap semua pihak mendukung dengan jadi orang tua asuh untuk cegah stunting bersama-sama dengan gotong royong,” tuturnya.
Resmi Dimulai
Acara launching Genta Stunting Kecamatan Dukun ditutup dengan doa bersama dan pernyataan komitmen untuk mendukung penuh upaya pencegahan stunting. “Bismillah, program Genta Stunting Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang secara resmi dimulai,” pungkas Bela. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar