Kedapatan Pesta Miras di Reuni SMP, 39 Bocah Digelandang ke Kantor Polisi

BNews—JOGJAKARTA— Polsek Depok Sleman Jogjakarta mengamankan sedikitnya 39 pelajar yang mengikuti reuni SMP. Lima bocah SMP dan 32 anak SMA/ SMA digelandang ke mapolsek karena kedapatan ikut pesta miras saat acara reuni.

”Bahkan di antara mereka ada yang tidak mampu berdiri akibat mabuk minuman keras. Selain membawa mereka ke Mapolsek, kami juga mengamankan enam botol miras jenis ciu dari lokasi kejadian,” ucap Kapolsek Depok Barat Kompol Rachmadiwanto didampingi Panit Binmas Iptu Alim, Senin (15/3).

Acara reuni ini digelar puluhan Anak Baru Gede (ABG) pada Sabtu, (14/3) ini akhirnya dibubarkan petugas. Selain menjadi ajang mabuk-mabukan, acara ini tidak mengantongi surat rekomendasi dari Satgas Covid-19 Kapanewon Depok. Selain mendatangkan guru, petugas juga meminta orangtua masing-masing siswa datang.

Dijelaskan, pembubaran reuni yang berlangsung di sebuah kafe kawasan Caturtunggal Sleman ini diawali laporan adanya reuni yang diadakan paguyuban sopir dari Klaten. Laporan masuk menyebutkan, jika kegiatan tersebut tidak mengantongi surat rekomendasi dari Satgas Covid-19 Kapanewon Depok.

Saat petugas gabungan Polsek, Koramil dan Satpol PP datang sekitar pukul 11.00WIB, reuni yang sedianya diisi acara dangdutan menghadirkan empat penyanyi itu, sudah siap dilaksanakan. Namun setelah diberikan penjelasan jika acara tidak bisa dilanjutkan karena tidak bisa menunjukkan surat rekomendasi satgas, mereka membubarkan diri.

”Pada saat bersamaan, ternyata di kafe yang tak jauh dari lokasi reuni pertama, ada info sedang berlangsung reuni yang digelar dari sebuah SMP,” ungkap Rachmadiwanto.

Saat petugas masuk, para pelajar itu ada yang sedang karaoke dan mabuk miras. Mereka juga tidak bisa menunjukkan surat rekomendasi dari Satgas Covid-19 Kapanewon Depok.

Alim menambahkan, sebanyak 39 siswa terdiri 5 anak SMP dan 32 anak SMA/SMK langsung dibawa ke Mapolsek Depok Barat. Selain mendatangkan guru, petugas juga meminta orangtua masing-masing siswa datang.

”Mereka didata dan dilakukan pembinaan serta membuat surat pernyataan yang isinya agar tidak mengulangi perbuatannya,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: