Keluarga Korban Sate Beracun Tolak Autopsi, Bandi: Kasihan Anak Saya

BNews—JOGJAKARTA— Ayah dari Naba Faiz Prasetya, 10, Bandiman, menolak putranya yang menjadi korban pembunuhan untuk diautopsi. Pria yang berprofesi menjadi driver ojol ini menolak bilamana polisi melakukan bedah mayat untuk mengetahui kematian putranya.

Alasannya, Bandiman merasa kasihan jika jenazah anaknya yang merupakan siswa SD Muhammaiyah 4 Karangkajen ini di autopsi. ”Saya kasihan sama anak saya kalau diautopsi. Jadi saya tetap tidak mau kalau anak saya diautopsi,” tegas Bandiman, Kamis  (29/4).

Kendati demikian, warga Salakan II, Bangunharjo, Sewon, Bantul, ini berharap polisi secepatnya mengungkap penyebab kematian putranya. Sebagai bentuk dukungan penyelidikan, Bandiman, telah dimintai keterangan dan diajak polisi ke beberapa tempat kejadian perkara.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi menyatakan, opsi autopsi diperlukan jika hasil uji laboratorium sampel makanan kurang memuaskan. Proses autopsi juga harus dikonsultasikan lebih dahulu dengan kejaksaan.

Menurut Ngadi, polisi telah mengetahui terkait penolakan autopsi dari keluarga. Akan tetapi, jika ada tindak pidana dalam kematian Naba, bukan tidak mungkin autopsi digelar.

DPD PKS Magelang Ramadhan

”Namanya proses penyidikan, jika memang ada tindak pidana, ya, mungkin bisa dipertimbangkan,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa terjadi Minggu sore (25/4) lalu, ketika Bandiman dimintai tolong seorang perempuan untuk mengantarkan paket takjil. Paket makanan berbuka puasa itu ditujukan ke orang bernama Tomy di Perumahan Villa Bukit Asri, Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, dengan pengirim mencatut nama Hamid di Pakualaman.

Lantaran tidak merasa pesan dan Tomy sedang di luar kota, akhirnya oleh istri Tomy paket takjil diberikan kepada Bandiman. Namun setelah disantap ketika buka puasa, takjil tersebut mengandung racun yang sangat keras hingga menewaskan anak Bandiman, Naba yang berusia sepuluh tahun.

Bandiman mengungkapkan, keluarga sudah membawa sampel ke laboratorium. ”Dari petugas laboratorium ketika membuka sampel langsung bilang, ini sangat keras melebihi potas,” ujarnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: