Kenali Social Jetlag, Ini Dampaknya Bagi Kesehatan
- calendar_month Rab, 14 Jan 2026

ilustrasi seseorang sedang tidur (Foto oleh Karolina Grabowska dari pexels.com)
BNews–KESEHATAN– Social jetlag bisa memicu gangguan tidur di kalangan remaja dan dewasa muda. Social jetlag adalah kondisi ketika jam biologis tubuh terganggu karena perubahan waktu tidur yang tidak konsisten.
Fenomena ini kerap dialami oleh orang yang tidur lebih larut saat akhir pekan, lalu harus bangun pagi di hari kerja.
Dilansir dari Alodokter, ini beberapa gejala social jetlag antara lain mudah merasa lelah di pagi atau siang hari, meski tidur cukup di akhir pekan. Konsentrasi menurun, mudah lupa, dan suasana hati tidak stabil. Kemudian malas beraktivitas fisik atau bekerja, gangguan pencernaan ringan, seperti perut tidak nyaman hingga pola makan berantakan akibat jam tidur yang kacau.
Social jetlag tidak hanya berdampak pada rasa lelah, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, terutama jika berlangsung lama. Risiko yang dapat terjadi, antara lain meningkatkan risiko obesitas, diabetes, serta penyakit jantung, memicu gangguan suasana hati, seperti mudah cemas, stres, dan depresi ringan.
Juga bisa menurunkan imunitas tubuh sehingga lebih mudah sakit, membuat pola makan menjadi tidak terkontrol dan berat badan sulit dijaga. Dan mengganggu produktivitas, prestasi belajar, dan kinerja kerja.
Nah, berikut ini cara mencegah social jetlag yang dapat Anda coba:
• Tidurlah dan bangun di jam yang sama setiap hari, termasuk saat akhir pekan.
• Kurangi begadang atau aktivitas sosial yang membuat tidur terlambat, terutama menjelang hari kerja.
• Batasi konsumsi kafein dan hindari penggunaan gadget minimal 1 jam sebelum tidur
• Ciptakan suasana kamar yang nyaman, tenang, dan gelap untuk tidur yang nyenyak.
• Usahakan terpapar sinar matahari pagi secara rutin agar ritme biologis tubuh tetap teratur.
Meski sering dianggap sepele, social jetlag dapat menimbulkan dampak yang luas bila dibiarkan berlarut-larut. Mulai dari penurunan performa kerja dan kualitas hubungan sosial hingga meningkatnya risiko berbagai penyakit kronis.
Jika berbagai upaya di atas belum cukup dan social jetlag sudah mulai mengganggu aktivitas harian, sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan solusi yang tepat.
(*Ppppppppppppppppppppppppppppppppppppppp)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar