KEREN…Program Kartu Tani di Jateng Jadi yang Terbaik di Indonesia

BNews–SEMARANG – Program kerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bidang pertanian mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Salah satunya berkaitan dengan Kartu Tani Jawa Tengah yang digagas oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

“Seluruh program Kartu Tani nasional dievaluasi, dan Jateng yang terbaik dari segi implementasi, transaksi, hingga penyusunan e-RDKK sebagai basis data program Kartu Tani itu,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah, Suryo Banendro di sela-sela acara pertemuan perencanaan kebutuhan pupuk berbasis e-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) di Banjarmasin, Senin (16/9).

Bahkan, melalui program Kartu Tani tersebut, Pemprov Jateng, dinobatkan sebagai terbaik nasional oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI. “Ditingkat Implementasi penyaluran Kartu Tani menjadi satu-satunya provinsi yang menyalurkan Kartu Tani ke seluruh petani di Kabupaten/Kota,” kata dia.

Menurutnya, sebanyak 35 Kabupaten/Kota se Jateng menjadi sasaran dari program Kartu Tani itu. “Hingga saat ini, sudah ada 2,5 juta dari 2,8 juta petani Jateng yang telah mendapatkan Kartu Tani,” kata dia.

Artinya, lanjutnya, jumlah petani yang belum mendapatkan Kartu Tani hanya tinggal 300ribuan. Sementara di provinsi lain, program Kartu Tani ini belum diterapkan di seluruh wilayah, Jatim dan Jabar saja belum secara keseluruhan.

Selain itu, tingkat transaksi penggunaan Kartu Tani untuk penebusan pupuk bersubsidi juga sangat besar di Jawa Tengah dan mengalahkan daerah lain. Di mana selama periode Januari hingga Agustus 2019 ini saja, sudah ada 119.329 transaksi dari para penerima Kartu Tani.

“Penghargaan ini akan menjadi penyemangat kami untuk menyukseskan program Kartu Tani. Sebab selain untuk memudahkan para petani, program ini sebenarnya adalah pendataan untuk mengetahui siapa, tanam apa, di mana dan berapa luasannya, untuk kemudian diambil kebijakan yang sesuai bagi mereka,” tutupnya.

Dalam beberapa kesempatan lain, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan bahwa program Kartu Tani bukan hanya berbicara soal pupuk bersubsidi, namun lebih pada pendataan petani di lapangan. Data pertanian itu penting untuk menjadikan Indonesia sebagai negara swasembada pangan.

“Saat ini, hanya Jawa Tengah yang memiliki data pertanian terlengkap dan tidak dimiliki daerah lain. Mulai data siapa petaninya, di mana lokasinya, dia tanam apa, berapa luasannya dan lain sebagainya. Data-data itu sangat penting untuk dasar pengambilan kebijakan soal pertanian kita di masa yang akan datang,” ucapnya. (lhr/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: