Ketua PCNU Kabupaten Magelang Apresiasi Pembangunan Ponpes TeMa Gunungpring

BNews–MAGELANG– Ketua Tanfidziah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Magelang KH Achmad Izzudin Lc. M.Si memberikan mengapresiasi positif. Yakni terkait langkah SD Terpadu Ma’arif (SD Tema) Gunungpring mengembangkan Pesantren Terpadu Ma’arif. Pesantren ini akan melengkapi model pendidikan yang sudah ada. 

Menurut KH Achmad Izzudin Lc. M.Si pengembangan pesantren merupakan langkah yang cerdas dalam meminimalisir dampak buruk pandemi virus corona terhadap dunia pendidikan.

Untuk itu, KH Achmad Izzudin Lc. M.Si mengajak seluruh warga Nahdliyin (NU)  untuk membantu pembangunan Pondok Pesantren Terpadu Ma’arif Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. 

“Saya Achmad Izzudin Abdurrahman, Ketua Pengurus Cabang Jamiyah Nahdlatul Ulama, mengajak warga NU untuk turut serta membantu pembangunan Pesantren Terpadu Ma’arif,” kata Gus Din, sapaan akrab KH Achmad Izzudin Lc. M.Si, saat meninjau lokasi pembangunan pesantren di sisi utara Masjid Santren, Gunungpring, Rabu petang. 

Gus Din menilai peran SD Tema sangat vital dalam pengembangan pendidikan keislaman dan pembangunan karakter anak-anak.

 Ia pun berharap pengembangan pesantren ini akan membuat SD Tema semakin berkembang pesat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang berkualitas. 

“Dari hitungan kami baru 20 persen anak didik yang terakomodasi pendidikan pesantren. Saya berharap SD Tema bisa menjawab tantangan ini. Saya mengajak warga NU bersama – sama membantu pengembangan pesantren. Mari kita ikut bergotong royong membangun Pesantren Terpadu Ma’arif,” ajak dia.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Lebih lanjut, Gus Din juga mendorong setiap MWC NU di Kabupaten Magelang  untuk bisa mengembangkan sekolah yang berkualitas di wilayah masing-masing. Kondisi pandemi harus dijadikan momentum untuk bangkit membangun pendidikan berkualitas. 

Pengurus Yayasan Terpadu Ma’arif Gunungpring Drs Amron Awaludin mengatakan pihaknya memadukan pendidikan umum dengan madrasah diniyah (madin). Dengan demikian siswa tidak hanya berkembang cerdas akademiknya namun juga sholeh dan berkarakter.

Konsep pendidikan inilah yang kemudian dikembangkan menjadi Pesantren Terpadu Ma’arif Gunungpring. “Dengan modal yang sudah ada, kami siap menjawab tantangan untuk mengembangkan pendidikan pesantren,” kata Amron. 

Amron mengatakan pihaknya tidak terlena dengan pandemi virus corona namun justru menjadikan pandemi sebagai momentum untuk bangkit dan mengembangkan pendidikan Islam ahlussunnah waljama’ah secara maksimal.

Amron menegaskan bahwa pengembangan Pesantren Terpadu ini dimotori oleh Komite Sekolah dan Paguyuban Wali Murid Kelas 1 sampai Kelas 6. Mereka bergotong royong untuk bersama sama mengatasi dampak pandemi virus corona dengan membangun Pesantren Terpadu Ma’arif (Tema).

Sebuah Pesantren yg lahir dari  rahim jam’iyyah untuk warga masyarakat di wilayah Kabupaten Magelang dan sekitarnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Pembangunan Pesantren Terpadu Haji Anis menyatakan bahwa seluruh panitia merupakan wali murid. Mereka sama-sama punya komitmen ingin meninggalkan warisan ke sekolah berupa jariyah pembangunan pesantren.

“Kami bekerja secara gotong royong dan penuh semangat kebersamaan. Panitia menganut filosofi skrup. Sebuah skrup atau baut itu berfungsi untuk penguat yang tidak akan lekang oleh waktu. Ia akan selalu kuat walaupun diterpa oleh panas dan hujan. Ia akan kokoh menjalankan tugasnya. Skrup itu bekerja  anti sambat,” kata Haji Anis.

Haji Anis menyatakan bahwa sekelompok skrup takkan pernah gentar oleh tantangan. “Begitulah seharusnya kita menjalanai kehidupan kita; walau apapun rintangan yang menghadang kita harus tetap tegar dalam menjalani amanah. Jangan pernah gentar berbuat baik, apalagi membangun pesantren,” tandas dia. 

Menurut Haji Anis kehebatan lain dari skrup adalah selalu bekerja dalam tim, tidak mencari keuntungan pribadi; serta mempunyai komitmen dan kesetiaan yang sangat kuat dengan tanggung jawabnya.

“Skrup tidak pernah mengeluh ketika panas atau dingin. Kami yakin pesantren ini akan terwujud karena kami bekerja secara gotong royong seperti pasukan skrup,” kata dia.  (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: