Kirab Budaya Ngargoretno Magelang Padukan Merti Desa dan Peringatan HUT ke-81 RI
- calendar_month 0 menit yang lalu

Warga Ngargoretno berebut hasil bumi di gunungan usai kirab budaya, Minggu (23/8/2026). (foto: mta)
BNews–MAGELANG– Ratusan warga Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, memadati sepanjang jalan desa untuk mengikuti dan menyaksikan Kirab Budaya Merti Desa pada Minggu (23/8/2026).
Perhelatan tahunan yang dirangkai dengan Ruwat Rawat Menoreh ke-6 ini menjadi wujud rasa syukur atas hasil bumi sekaligus simbol keharmonisan hubungan antara manusia dan alam lereng Menoreh.
Arak-arakan kirab mengarak gunungan hasil bumi, tumpeng, dan ogoh-ogoh sejauh tiga kilometer. Dimulai dari titik perbatasan Kecamatan Borobudur dan Salaman menuju Balai Desa Ngargoretno. Sejumlah kontingen dari enam dusun tampil menyemarakkan acara.
Kepala Desa Ngargoretno, Dodik Suseno, menjelaskan bahwa tradisi ruwat rawat ini telah diselenggarakan secara konsisten setiap tahun sebagai ikhtiar menjaga kelestarian kawasan lereng pegunungan.
“Kita meruwat bumi lereng Menoreh supaya bisa tetap hijau, tetap asri, kecukupan air, dan murah rezeki. Sehingga kehidupan masyarakat bisa berkelanjutan,” ujar Dodik Suseno di sela-sela acara, Minggu (23/8/2026).
Dodik menambahkan, rangkaian acara diisi dengan doa bersama (mujahadah), pentas kesenian lokal, kirab budaya, gerebek gunungan, hingga dipungkasi dengan pagelaran wayang kulit.
“Merti desa digelar tiga hari sejak Jumat hingga Minggu ini. Nanti terakhir ada wayangan,” imbuhnya.
IKUTI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Panitia Acara, Soim, menyampaikan bahwa perhelatan merti desa tahun ini terasa kian meriah karena dipadukan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Salah satu daya tarik utama dalam kirab kali ini adalah diaraknya replika ikon eduwisata unggulan berupa “UFO Menoreh”. Destinasi ini dikembangkan untuk memberikan edukasi kegeologian batuan Menoreh kepada wisatawan.
“Dengan kekayaan alam yang ada di Desa Ngargoretno, kami berharap bisa memanfaatkannya sebagai eduwisata dan daya tarik wisata. Wisatawan bisa belajar tentang kegeologian dan batuan di kawasan Menoreh,” terang Soim.
Suasana kirab kian meriah saat gerebek gunungan digelar. Warga tampak antusias berdesakan untuk memperebutkan aneka sayuran, hasil bumi, hingga uang yang dipasang pada gunungan.
Rian Noviana (28), salah seorang warga Menoreh, mengaku senang bisa berpartisipasi dan mendapatkan aneka hasil bumi seperti terong dan wortel meski harus berdesak-desakan.
“Saling dorong dan harus pinter nyelip-nyelip agar bisa dapat hasil bumi. Sengaja datang untuk hiburan buat anak-anak, dan ngalap berkah dari sedekah warga yang menanam hasil bumi ini,” ungkap Novi. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar