Kisah Joko, Pemuda Magelang Rela Tinggalkan Australia Demi Mengajar Di Desa

BNews–MAGELANG-– Kisah seorang pemuda di Magelang patut diaprisiasi oleh siapapun. Pasalnya, Ia merelakan kehidupan enaknya di luar negeri demi mengembangkan pendidikan di Desanya.

Ia adalah Joko Pranoto warga Dusun Pabelan III Desa Pabelan Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang. Ia rela meninggalkan kehidupan enaknya di Australian untuk kembali ke kampung halamannya.

Bukan tanpa alasan, pada Februari 2021 lalu Joko memilih mendirikan bimbingan belajar (bimbel) untuk anak-anak. Namanya Aksara Desa.

Tujuannya Bimbel tersebut agar anak-anak memiliki keterampilan. “Jadi kami tidak semateri dengan kurikulum di sekolah. Dan ini bukan pendampingan pembelajaran jarak jauh (PJJ),” katanya.

Dalam menjalankan Bimber tersebut, Joko tidak sendiri. Diriny a mengajak beberapa mahasiswa di desanya sebagai tenaga pengajar.

Sementara untuk materi yang diajarkan di Aksara Desa, yakni calistung, kurus Bahasa Inggris, dan jarimatika. Kurus dilaksanakan saban hari, kecuali Jumat, di sebuah gubuk berukuran sekitar 4 m x 6 m. Mulai pukul 13.00 hingga 17.00.

Kini Bimbel tersebut terdapat tiga kelas dengan 120 murid. Dengan mengusung slogan “Belajar di Desa, Tumbuh Bersama”, dia hanya mematok tarif Rp 5.oo0 per pertemuan.

Biaya itu digunakan untuk operasional anak-anak. Sementara khusus anak yatim/piatu, Joko memberikan bimbel secara cuma-cuma.

Joko mengaku apa yang saat ini dia lakukan adalag tentang persepsi hidup. Baginya, hidup yang baik adalah hidup yang bermanfaat. “Saya pernah menjadi pribadi yang materialistis. Bekerja dari pagi sampai siang, ambil kelas sampai sore, kerja lagi sampai malam. Semua demi Dolar,” ucap Joko mengenang pengalaman saat di Australia.

“Tapi rasanya kering banget. Dan dengan berbagi, rasanya tenteram,” katanya sembari tertawa ringan.

Melalui Aksara Desa, Joko berharap bisa menjembatani anak-anak muda untuk berkolaborasi dan berinovasi. Terutama yang bisa diterapkan di desa. “Inovasi dan kolaborasi lebih sering kita dengar di kota besar ya? Makanya tingat kemajuannya besar dan drastic,” pungkasnya. (*/bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: