Kisah Pilu Dari Guru Ngaji Joko Widodo Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara

BNews–MAGELANG– Empat dari tujuh jenazah korban laka laut di Pantai Goa Cemara dikebumikan di Krakitan Salam Magelang (10/8/2020). Sedangkan lainnya di daerah Sleman Jogja.

Proses pencarian korban terlah resmi ditutup setelah Senin pagi diketamukan satu lagi. Ia adalah balita 4 tahun yang terakhir ditemukan oleh Tim SAR Gabungan.

KH. Azhari, guru mengaji keluarga, memiliki pengalaman pilu sekitar sepekan sebelum berpulangnya korban Joko Widodo dan keluarga.

Kala ditemui di rumah duka Alm Joko Widodo di Tempel, Sleman, Azhari menyebutkan, terakhir bertemu almarhum Joko Widodo yaitu pada Kamis pekan lalu.

Pimpinan Ponpes As Salam, Banyurejo itu menyebut, Joko Widodo dan keluarga kerap mengaji bersamanya. Demikian pula dirinya, tak jarang mengaji di tempat tinggal Joko.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Almarhum menyampaikan sangat menginginkan Azhari mengaji di kediamannya, pada hari tersebut.

“Saya juga kaget, tiga anaknya dibawa ke depan saya, katanya mohon didoakan agar jadi anak sholeh. Biasanya gak kayak gitu. Kok koyo wong pamitan, jebul pamitan bener (Kok seperti orang berpamitan, ternyata benar-benar pamitan),” ungkap Azhari dikutip suara.

DOWNLOAD MUSIK KEREN (KLIK DISINI)

Dalam pertemuan itu, mereka juga sempat mengobrol sebentar dan mengaji bersama. Kala ditanya kelanjutan nasib si bungsu, satu-satunya anak Joko Widodo yang selamat, Azhari menyebut bahwa akan dirawat oleh keluarga Joko Widodo.

“Bungsu mau diopeni kakaknya Joko itu, namanya Bambang,” ucapnya.

Azhari mengenang, Joko Widodo merupakan orang tua yang benar-benar bertanggungjawab terhadap istri dan anak-anaknya. “Keluarga itu diayomi bener sama Joko,” ucap Azhari.

Fakta lain yang diungkapkan Azhari, ada satu orang anak yang ikut menjadi korban laka air yang merupakan santri dari korban Ahmad Fawzi. “Jadi, kalau Ahmad Fawzi itu meninggalkan dua orang anak. Yang ikut [Fawzi ke pantai] itu santrinya. Anak dari luar sini,” terangnya.

Lebih lanjut, Azhari menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga seluruh korban bisa ditemukan. Termasuk kepada pihak media massa, yang telah ikut menyambut kedatangan jenazah terakhir dan menyiarkannya di media masing-masing.

“Saya selaku keluarga, berharap kejadian ini yang terakhir. Semoga ini menjadi peringatan bagi yang lain. Sehingga kalau di laut harus hati-hati. Laut selatan itu lain dengan yang lain,” ungkapnya, ditemui di rumah duka.

Ia menyebutkan, keluarga almarhum dimakamkan ke pemakaman yang berada di kompleks Ponpes Al Husen, Krakitan, Magelang.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ia bersyukur berkat pertolongan Tuhan, korban terakhir juga bisa ditemukan. Sore sebelumnya, ia mengajak salah satu kerabat almarhum Joko untuk berdoa bersama.

“Supaya Ya Allah semoga yang satu ini diberikan. Kalau terlalu lama, nanti hancur jasadnya,” kata dia.

Ia memperkirakan, angin bertiup ke arah timur, pada Minggu (9/8/2020) petang.

“Jadi kalau tadi malam itu [jasad] keluar dan terbawa angin ke Wonosari, itu wajar. Yang penting semua ketemu, didoakan semoga sahid akhirat,” tutur Azhari.

Ia juga berdoa, semoga keluarga diberikan ketabahan oleh Allah SWT dan yang hidup bisa melanjutkan amal ibadah keluarga.

Senin siang, mobil ambulan yang membawa jenazah, tiba di rumah duka pada pukul 13:28 WIB. Setelah pidato pelepasan dan doa bersama oleh ratusan pelayat, jenazah langsung diberangkatkan ke Magelang. (*/Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: