Kisah Sunan Geseng, Dirikan Pondok Hingga Wafat Di Grabag Magelang

BNews–MAGELANG– Di kaki Gunung Andong dan Gunung Telomoyo ternyata ada sebuah makam sakral yang sering dikunjungi masyarakat untuk Ziarah. Tepatnya di Dusun Tirto, Desa Tirto, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.

Disana terdapat makam yang dipercaya sebagai makam Sunan Geseng. Seorang Mubaligh asal Bedhug, Bagelen Purworejo bernama Cakrajaya atau Ki Cakrajaya. Seperti yang dikutip di laman pariwisata.magelangkab.

Ia juga dikenal sebagai seorang penyadap nira yang dijuluki ki petungmlarat oleh masyarakat karena miskin. Sosok yang dipercaya sebagai salah satu penyebar Islam di Jawa bagian selatan.

Diceritakan, suatu hari Sunan Geseng atau Ki Cakrajaya sedang menyadap nira dengan melantunkan tembang ‘’clontang clantung wong ngeres buntute bumbung, apa gelam apa ora’‘. Dan saat itu ada seseorang yang menegur kalau berdoa tidak begitu tetapi dengan menyebut nama Tuhannya.

Lantas orang tersebut  singgah dirumah Ki Cakrajaya dan membantu mencetak gula dalam tempurung kelapa. Sebelum meninggalkan rumah Cakrajaya, seseorang itu berpesan agar Cakrajaya tidak membuka cetakan gula tersebut.

Akan tetapi, setelah beberapa lama, Cakrajaya pun membuka tempurung kelapa itu, kagetlah  melihat  cetakan gula tersebut berisi sebongkah emas.

Singkat cerita Cakrajaya akhirnya bertemu dengan orang sakti tersebut. Dan ternyata tidak lain adalah Sunan Kalijaga, dan akhirnya Cakrajaya berguru dan menimba ilmu agama darinya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ketika berkelana menyebarkan Agama Islam, Sunan Kalijaga meminta Ki Cakrajaya untuk menunggu tongkat bambu yang ditancapkan hingga Sunan Kalijaga kembali.

Konon setelah 17 tahun Cakrajaya menjaga tongkat bambu yang telah menjadi hutan bambu, Sunan Kalijaga kembali mencari Cakarajaya tapi tidak menemukannya.

Sehingga Sunan Kalijaga membakar hutan tersebut. Dari sisa abu muncul Ki Cakrajaya dengan badan yang (gosong) / geseng namun tidak mengalami luka bakar sedikitpun.

Dan sejak itu Sunan Kalijaga memanggil Cakrajaya dengan Julukan Geseng.

Menurut cerita Sunan Geseng mengikuti sang guru Sunan Kalijaga ke Demak untuk mendirikan Masjid Demak. Dan Sunan Kalijaga memberikan kayu sisa pembangunan Masjid Demak kepada Sunan Geseng.

Ketika Sunan Geseng berpamitan kepada Sunan Kalijaga untuk menyebarkan Agama Islam di daerahnya, diberi pesan supaya Sunan Geseng tidak berhenti. Yakni apabila lelah dan terpaksa berhenti maka ditempat tersebut ia harus meletakkan kayu.

Lalu mendirikan masjid serta pesantren. Dan akhirnya Sunan Geseng istirakat mendirikan Pondok Pesantren Sunan Geseng yang berada di Desa Kleteran, Kecamatan Grabag, Magelang. Lokasinya tak jauh dari lokasi makamnya.

Makam Sunan Geseng sangat ramai dikunjungi para peziarah setiap harinya, khusus malam Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon lebih ramai dari biasanya. Ada yang berbeda di Makam Sunan Geseng saat digelarnya tradisi Malam Selikuran setiap tanggal 20-21 Ramadhan. Tradisi ini dimaksudkan sebagai peringatan Haul Sunan Geseng. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: