Kisah Viral Pasangan Relawan Asal Pakis yang Gendong Anak Berkebutuhan Khusus

BNews—PAKIS—Video sepasang relawan bencana angin kencang di Lereng Merbabu sempat viral di media sosial. Sambil menggendong anaknya yang berkebutuhan khusus mereka membantu warga yang mengungsi.

Ternyata pasangan suami istri tersebut adala Suwandi dan Seneng warga Dusun Kiyudan Desa Ketundan Kecamatan Pakis. Mereka menjadi korban sekaligus relawan dengan mengenakan seragam rescue saat bencana angina kencang menerjang daerahnya, bahkan rumahnya sendiripun rusak.

Advertisements


Akibat video yang viral tersebut, pasangan suami istri dan anaknya diundang crew Hitam Putih untuk datang dalam acara di stasiun televisi Trans 7 di Jakarta 29 Oktober 2019 kemarin. Mereka hadir untuk berbincang bersama host ternamanya Dedy Corbuzier.


Dalam sesi acara bincang tersebut berdurasi sekitar 10 menit, dimana Suwandi dan Seneng mendapat beberapa pertanyaan dari Dedy. Sebelumnya Suwandi menceritakan bahwa kehilangan sebuah kandang ternak dan bagian rumahnya rusak bagian dinding dan atapnya.

Suwandi juga mengatakan bahwa rumahnya sekarang masih bisa ditinggali, namun atap gentengnya masih tidak ada alias hilang tersapu angin. “Jika hujan yang kita minggir dibagian rumah yang masih ada gentengnya sedikiti,” katanya kepada Dedy.

Ibu Seneng juga sempat mendapat pertanyaan terkait mengasuh anaknya yang berkebutuhan khusus bernama Susi. “Ya apapun untuk Susi saya yang lakukan, mulai mandiin, nyuapin makan hingga BAB saya yang harus bantu. Oleh sebab itu Susi kemana-mana saya ajak,” ungkapnya.

“Susi kalau lapar bisa teriak maem maem sambil nangis, namun kalau dia sakit itu yang saya kurang tahu karena memang susah komunikasi. Tahunya susi hanya nangis terus kalau sakit,”imbuh Seneng.

Susi diketahui menyandang disabilitas sejak umur 6 bulan. Pasangan ini harus merawatnya dengan telaten.

Ditanya oleh Dedy kenapa masih mau bekerja menjadi relawan, padahal tahu kondisi anaknya tidak bisa ditinggal. Seneng dengan gamblang menceritakan bahwa saat hari pertama bencana angina tersebut dirinya masih dirumah.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS GRATIS UNTUK HANDPHONE KALIAN (KLIK DISINI)

“Hari pertama tanggal 19 Oktober itu saya masih dirumah merawat anak saya dan kedua orang tua saya yang juga sudah tidak bisa apa-apa. Namun saat itu ada warga sekitar yang rumahnya rusak terkena angina mengungsi kerumah orang tua saya untuk berlindung, dan saat itu saya pulang kerumah nangis kenapa kampung saya terkena musibah dan saya tidak bisa menolong,” papar Seneng.

“Kata hati saya masih nangis, ingin melihat tetangga saya kenapa harus diungsikan. Ingin melihat kondisi sekitar kampung dan rasa ingin menolong,” ujarnya.

Dedy bertanya kembali, kalau jadi relawan tidak dibayar terus makan sehari-hari bagaimana?. Hal tersebut dijawab oleh Suwandi bahwa kalau tidak punya uang saat bencana dirinya tidak terlalu memikirkan.

“Ya Alhamdulillah masih ada bantuan dari donator untuk sekedar makan dan minum,” terang Suwandi.

“Ada juga bantuan genteng bekas, pakaian bekas dan suplay makanan ke pengungsi. Namun warga disana tidak minta-minta, semua itu dikasih,”tegasnya.

Suwandi juga mengungkapkan kalau hidup sehari-hari dapat dari hasil pertaniannya. “Namun ya beberapa bulan terkahir ini hasil pertanian rugi. Misal tahun kemarin saya pinjam uang di bank untuk modal tani, dan saat panen bagus ternyata harga jualnya turun draktis bisa dikatakan tidak laku,” papar Suwandi.

“Untuk menutup semua itu kerja serabutan ya saya lakukan. Entah kerja di tetangga atau orang diluar kampung,” jelasnya.

Dan saat ini diakuinya bahwa dirinya (Suwandi) tidak bekerja sama sekali karena lahan pertaniannya rusak. “Kerjaan yang relawan ini sementara membantu korban bencana, paling ya dapat makan minum itu saja,” imbuhnya.

Diketahui juga, bahwa Suwandi dan Seneng ini menjadi relawan karena pernah melihat seorang ibu dengan anak difable terlontang lantung dijalan. Hal itulah yang menggerakan mereka untuk menjadi relawan dan ingin membantu sesama.

“Dan kami dulu berpikir andai hal itu terjadi sama saya pasti juga akan kesusaha, dan ternyata terjadi juga kepada kami,”ungkap Suwandi.

Terkait Susi, Suwandi mengaku pernah ikut terapi dan pemeriksaan di sebuah rumah sakit di Yogyakrta. Hal itu juga berkat program sosial salah satu yayasan kemanusiaan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS GRATIS UNTUK HANDPHONE KALIAN (KLIK DISINI)

“Termasuk rumah saya juga dibangunkan oleh yayasan tersebut. Dan terkait Susi diketahu penyakitnya yang terkena adalah saraf perintahnya di kepala, dan kejadian ini sejak dirinya umur 6 bulan dengan gejala awal panas tinggi,” terangnya.

Hal itulah yang memicu pasangan tersebut untuk menjadi relawan dan saling  membantu. Dan setelah bisa membantu sesama tersebut, mereka merasa senang dan merasan bermanfaat.

“Mungkin di bidang keuangan yang kita bantu itu lebih punya, namun bidang kebencanaan mungkin kami bisa lebih membantu. Intinya kami ikhlas dan senang bisa membantu,”pungkas pasang tersebut.

Selanjutnya Dedy Corbuzier memberikan sedikit bantuan dana untuk pasangan tersebut. Dan sesi tersebut selesai dengan senyum bahagia dan haru. (bsn)

SIMAK VIDEONYA :

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: