Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » KKN Untidar 2025 di Rambeanak Mungkid Gelar Sosialisasi Peningkatan Produktifitas Tanaman Cabai

KKN Untidar 2025 di Rambeanak Mungkid Gelar Sosialisasi Peningkatan Produktifitas Tanaman Cabai

  • calendar_month Sen, 27 Jan 2025

BNews-MAGELANG– Mahasiswa KKN UNTIDAR Magelang Periode 2025 di Desa Rambeanak Mungkid gelar sosialisasi. Hal ini Dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman cabai.

Sosialisasi pertanian kali ini mengangkat tema “Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Cabai Secara Terpadu”.

Acara ini berlangsung di Aula Balai Desa Rambeanak, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang pada hari Jumat, 24 Januari 2025. Dengan dihadiri oleh perangkat desa, penyuluh pendamping pertanian, perwakilan petani, serta akademisi.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan mendatangkan narasumber dari BPC HIPMI Kabupaten Magelang yaitu Abdullah Faiq Muzzaki, S. P.

Menurut Muhammad Maftufudin selaku Kepala Desa Rambeanak, desa ini memiliki potensi pertanian sebesar 80%. Hal ini dipengaruhi oleh masyarakat di desa tersebut yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

“Tanaman yang banyak ditanam di Desa Rambeanak salah satunya adalah tanaman cabai. Tanaman cabai termasuk salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Akan tetapi, serangan hama dan penyakit dapat mengakibatkan kerugian bagi petani. Oleh sebab itu, diperlukan pengendalian yang efektif dan terintegrasi agar produksi tanaman cabai terus berlanjut,” katanya.

Sosialisasi ini menekankan pentingnya pendekatan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman cabai secara terpadu. Namun sebelum membahas mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman cabai.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)

Sementara dari BPC HIPMI Kabupaten Magelang Faiq menjelaskan tentang penyebab munculnya penyakit pada tanaman cabai.

“Mulai dari kondisi tanaman yang rentan, patogen yang virulen (virus, bakteri dan jamur), hingga lingkungan yang kondusif,” ujarnya.

Selanjutnya Faiq menjelaskan mengenai cara mengendalikan penyakit pada tanaman cabai yang meliputi pengelolaan tanah yang benar. Yakni dengan menjaga agar pH tanah tidak asam, memilih bibit yang berkualitas, dan mengatur jarak tanaman cabai.

Lebih lanjut, Faiq mengajak diskusi dengan para petani mengenai penyakit yang dialami oleh petani pada tanaman cabai.

“Ada beberapa penyakit pada tanaman cabai yang dikeluhkan oleh petani seperti penyakit layu, busuk batang, patek, kuning, dan lalat buah,” imbuhnya.

Dari permasalahan tersebut, Faiq memberikan masukan mengenai cara penanganan pada tanaman cabai mulai dari pengelolaan tanah; pemilihan bibit yang berkualitas, pengaturan jarak tanaman pada bedengan.

Serta pemilihan obat yang sesuai dengan penyakitnya dengan mengikuti dosis dan cara aplikasi yang benar untuk menghindari resistensi hama.

Faiq juga menanggapi pertanyaan tentang cara lain mengendalikan hama seperti kutu kebul dengan menanam tanaman lain selain cabai. Sseperti tomat dan timun agar hama kutu kebul berkumpul di satu tempat dan dapat dibasmi secara bersama.

“Selain itu, dapat juga ditanami jagung di sekitar tanaman cabai karena kutu kebul tidak menyukai aroma yang dikeluarkan oleh tanaman jagung sebelum masa panen,” ujarnya kembali.

Perwakilan petani sangat antusias terhadap adanya kegiatan sosialisasi pertanian mengenai tanaman cabai dan berpartisipasi aktif; dalam diskusi mengenai penyakit tanaman cabai.

Faiq berpesan agar para petani harus bijak menggunakan alat pelindung diri dalam penanganan pestisida.

“Selain itu para petani juga harus bijak dalam mengatur strategi penggunaan obat yang digunakan agar efektif dan efisien,” tungkasnya.

Sosialisasi pengendalian hama dan penyakit pada tanaman cabai secara terpadu merupakan salah satu langkah strategis; untuk meningkatkan produktivitas pertanian khususnya di Desa Rambeanak.

Dilakukannya kolaborasi dengan Faiq dapat memberikan wawasan serta pengalaman di bidang pertanian, khususnya tanaman cabai. Melalui kegiatan sosialisai ini, diharapkan dapat menciptakan pertanian yang produktif dan berkelanjutan. (adv)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less