Ratusan Istri Cantik Gugat Cerai Suaminya di Sleman

BNews–SLEMAN-– Lonjakan kasus perceraian terjadi di Kabupaten Sleman Yogyakarta selama pandemi ini. Namun, jumlah permohonan cerai tetap fluktuatif setiap bulannya.

Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama (PA) Sleman Muslih menerangkan data sepanjang 2020 sampai Kamis (17/9/2020) menyebutkan sudah ada 1.346 permohonan perceraian. Angka ini tidak mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun 2019 lalu yang mencapai 1.840 permohonan.

Ia merinci data tahun ini, 1.346 permohonan perceraian terdiri dari 438 permohonan cerai talak dan 908 lainnya cerai gugat. Untuk cerai talak adalah permohonan cerai yang diajukan oleh pihak suami, sedangkan cerai gugat adalah permohonan yang diajukan oleh pihak istri.

“Permohonan yang sampai ke kami di PA Sleman cenderung fluktuatif. Bulan Maret-Mei biasanya turun, tapi Juni-Agustus naik lagi,” kata Muslih pada dikutip Harjo (18/9/2020).

Rinciannya, Januari ada 172 cerai talak dan 173 cerai gugat. Pada Februari 48 cerai talak dan 119 cerai gugat, lalu pada Maret hanya di angka 27 untuk cerai talak dan 101 cerai gugat. Pada Mei, hanya ada 2 permohonan cerai talak dan 6 cerai gugat.

Bulan selanjutnya, permohonan perceraian kembali meningkat hingga 67 cerai talak dan 183 cerai gugat. Lalu pada Juli, 56 permohonan cerai talak dan 147 cerai gugat. Bulan lalu pada Agustus tercatat 38 cerai talak dan 115 cerai gugat. “Jadi sama saja saat sebelum atau sesudah pandemi,” imbuhnya.

Ia menambahkan, permohonan perceraian paling banyak berasal dari daerah Mlati dan Depok. Yang umum terjadi, faktor penyebab perceraian didominasi oleh faktor ekonomi dan tidak adanya kepedulian antar pasangan.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Kendati demikian, dari seluruh permohonan, Muslih mengaku tidak semuanya dikabulkan. Dari total 1.346 permohonan, perceraian yang dikabulkan sekitar 1.140 permohonan. Sedangkan, permohonan yang dicabut mencapai 97 permohonan.

Humas PA Sleman, Syamsiah menuturkan PA selalu mengupayakan mediasi agar tidak terjadi perceraian. Mediasi akan berhasil, jika salah satu pasangan masih berkemauan mempertahankan keutuhan rumah tangganya.

Biasanya, hal tersebut didominasi dari faktor anak untuk menjadi pertimbangan pasangan kembali bersama. “Namun tidak sedikit pula dari mediasi yang gagal,” ungkapnya. (*/islh)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: