Komplotan Copet Asal Jakarta Ditangkap Polisi, Beraksi Saat Konser di Magelang dan Temanggung

BNews-JATENG- Dua kelompok pelaku copet ditangkap menggunakan dua mobil yang berbeda. Mobil pertama dikendarai oleh RP, CP, AM, IF, RE, dan MB. Sementara itu, mobil kedua dikendarai oleh JN, SAM, YN, KI, dan NR. Mereka mengaku berasal dari Jakarta.

Pencopetan diduga dilakukan saat ada pengajian dan konser musik Deny Caknan di Lapangan Sepakbola Lingkungan Kayogan, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Temanggung, Selasa pukul 23.45 WIB.

Penangkapan pelaku dilakukan dengan pengejaran dan penghadangan hingga berhasil ditangkap di dekat Terminal Temanggung, Rabu dini hari. Pelaku yang ditangkap kemudian dibawa ke Polres Temanggung untuk pemeriksaan.

Kapolres Temanggung, AKBP Ary Sudrajat, menjelaskan bahwa pelaku terdiri dari dua kelompok. Modus operandi yang digunakan adalah mencopet atau mengambil barang-barang korban saat mereka sedang menonton konser musik.

“Para pelaku ini melakukan kejahatan mereka di beberapa tempat, tidak hanya di Temanggung, tetapi juga di Weleri, Kendal, Semarang, dan Magelang,” lanjut Ary.

Ketika korban merasa kehilangan handphone (HP) saat konser tersebut, mereka melaporkannya kepada petugas. Petugas kemudian melakukan penyelidikan terhadap laporan korban.

“Anggota Polres Temanggung dan Satreskrim melakukan pemetaan. Para pelaku menggunakan mobil yang sama setiap kali melaksanakan aksinya. Karena kecurigaan tersebut, kami melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan mobil yang mengangkut para pelaku,” terang Ary.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Barang bukti yang berhasil diamankan dari kejadian ini berupa 15 HP dengan merek Oppo, Samsung, Redmi, Infinix, Realme, dan Xiaomi. Selain itu, juga ditemukan mobil Daihatsu Xenia B 1976 RKY dan Toyota Rush T 1320 FB.

“Pelaku-pelaku ini berasal dari kelompok Jakarta, mereka semuanya orang asli Jakarta dan tinggal di sana,” ujar Ary.

Salah satu tersangka, JN, mengakui bahwa mereka melakukan aksi pencopetan di Weleri, Kendal, Semarang, dan Magelang. Ia menyamar sebagai pedagang air saat melaksanakan aksinya.

“Saya hanya menyewa mobil. Ini baru kali pertama saya melakukannya di sini, sebelumnya di Weleri, Semarang, dan Magelang. Saya berpura-pura menjadi pedagang air, dan hasil dari aksi tersebut akan dibagi sesuai peran masing-masing,” ungkap JN. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: