Kota Magelang Berlakukan PPKM Mikro Sampai 22 Februari 2021, Begini Aturannya

BNews—MAGELANG— Mulai tanggal 9 hingga 22 Februari 2021, Pemerintah Kota Magelang memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro. PPKM Mikro diterapkan hingga tingkat RT dan RW sebagai salah satu upaya pengendalian penyebaran Corona Virus Disease atau Covid-19.

Surat Edaran (SE) Nomor 443.5/47/112 tertanggal 9 Februari 2021 telah ditandatangani Walikota Magelang Sigit Widyonindito. SE ini berisi tentang PPKM Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Wilayah Kota Magelang.

Melalui SE Wali Kota tersebut, PPKM Mikro dilakukan melalui koordinasi antara seluruh unsur yang terlibat. Mulai dari Ketua RT/ RW, Satgas Jogo Tonggo, Lurah, tokoh masyarakat hingga tokoh agama dan relawan lainnya.

Joko memaparkan, PPKM Mikro dilaksanakan dengan pertimbangan hasil kajian dan pemetaan risiko epidemiologis sesuai dengan kriteria berdasarkan zonasi. Yakni zona hijau, zona kuning, zona orange, dan zona merah.

”Selanjutnya membentuk posko di tingkat kelurahan, kecamatan dan kelurahan. Pada pelaksanaanya kita optimalkan peran Satgas Tugas Jogo Tonggo dalam mendukung dan mengawal PPKM Mikro,” terang Joko, dalam keterangan pers, Rabu (10/2/2021).

Joko mengungkapkan, pengaturan PPKM Mikro dilakukan bersamaan dengan PPKM Kota Magelang yang meliputi beberapa ketentuan. Antara lain, membatasi tempat kerja/ perkantoran dengan WFH dan WFO masing-masing 50 persen.

Untuk sektor esensial dan kebutuhan sehari-hari yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat dapat beroperasi seratus persen. Dengan pengaturan jam operasional, kapasitas dan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Begitu juga dengan kegiatan konstruksi beroperasi penuh dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Adapun untuk kegiatan belajar mengajar masih secara daring dan pembatasan jam operasional objek wisata sampai 15.00WIB dengan kapasitas pengunjung 30 persen.

Selanjutnya, kegiatan makan/ minum di restoran atau sejenisnya sebesar 50 persen dari kapasitas semula. Layanan pesan-antar tetap diizinkan sesuai jam operasional restoran.

Dalam SE Wali Kota Magelang itu disebutkan jam operasional restoran atau kegiatan sejenisnya dibatasi sampai pukul 21.00WIB. Sementara untuk angkringan, PKL atau kegiatan lain yang sejenis boleh buka sampai pukul 22.00WIB.

Sedang operasional untuk pusat perbelanjaan/ mall dan toko modern dibatasi sampai pukul 21.00WIB, tempat ibadah dilaksanakan dengan pengaturan pembatasan kapasitas 50 persen. Pembatasan juga berlaku untuk kegiatan-kegiatan di masyarakat, seperti pesta pernikahan dan hajatan lainnya.

”Kegiatan fasilitas umum dan sosial budaya yang dapat menimbulkan kerumunan dan tidak menerapkan prokes dihentikan sementara. Tempat hiburan/ karaoke ditutup. Untuk kepasitas dan jam operasional transportasi umum juga diatur,” terang dia.

”Petugas gabungan akan melakukan penguatan protokol kesehatan berupa operasi kedisiplinan dan konsistensi masyarakat dalam menjalankan 3 M dan 3T secara tepat sasaran,” imbuh Joko. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: