Laporan Aktivitas Merapi: Terjadi 30 Kali Guguran dan 18 Kali Hembusan

BNews–JOGJA– Gunung Merapi yang berlokasi di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta ini mengalami peningkatan dalam jumlah guguran, gempa, dan hembusan. Seperti halnya yang terjadi pada hari Jumat 30 Oktober 2020 kemarin.

Dalam laporan rutinnya, Balai Penyelidikian Dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melaporkan Infografis Laporan Aktivitas Gunung Merapi hari ini. Dalam laporannya tersebut selama periode pengamatan 30 Oktober 2020 pukul 00.00—24.00 WIB.

Dimana Gunung Merapi pada hari tersebut mengalami 30 kali guguran, 159 Hybrid, 25 Vulkanik Dangkal dan 18 kali hembusan.

Secara visual tampak asap warna putih keluar dari Puncak Merapi. Untuk intensitas sedang dengan ketinggian 50 meter di atas puncak.

Meskipun terjadi 30 kali guguran, secara visual guguran lava tidak teramati dari semua Pos Pengamatan Merapi. Dan untuk tingkat aktivitas merapi masih status Waspada (Level II) sejak 21 Mei 2018.

Sebelumnya juga dilaporkan Aktivitas Gunung Merapi periode tanggal 23 sampai 29 Oktober 2020. Dimana Volume kubah lava per 29 Oktober 2020 sebesar 200.000 m³.

Disebutkan juga dalam laporan BPPTKG, berdasarkan analisis foto drone, tidak teramati adanya material magma baru. Untuk Intensitas kegempaan lebih tinggi dibandingkan minggu lalu.

Loading...

Sementara Deformasi Merapi yang dipantau dengan EDM , menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 4 cm/hari dari reflektor RB1 dan RB2.

Dilaporkan juga terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik menunjukkan proses pergerakan magma menuju permukaan. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif. (bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: