Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng, Ganjar Kumpulkan Pengelola Laboratorium Tes PCR

BNews—SEMARANG— Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengumpulkan tujuh pengelola laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) se-Jateng dan DI Jogjakarta. Pengumpulan tersebut bertujuan untuk melakukan pengecekan sekaligus mendorong peningkatan kapasitas tes PCR di Jateng.

Ketujuh pengelola laboratorium itu diantaranya BBTKL Jogjakarta, Laboratorium Litbang Vektor Salatiga dan RSUP Kariadi. Lalu RSUD Moewardi, RSND Undip, RSUD Wongsonegoro dan RS UNS Solo. Mereka dikumpulkan Ganjar di Ruang Rapat Gedung A Lantai 2 Kompleks Kantor Gubernur Jateng.

”Kami mencoba mengecek seluruh kekuatan laboratorium kita untuk melakukan tes PCR. Saya minta dengan grafik peningkatan cukup tinggi di Jateng, maka kecepatan tes laboratorium ini sangat penting,” tuturnya, Minggu (3/5).

Berdasarkan laporan para pengurus laboratorium, diketahui bila mereka membutuhkan peralatan otomatis. Selain itu, beberapa laboratorium juga membutuhkan penambahan Sumber Daya Manusia (SDM).

”Makanya, kami inventarisasi semuanya. Untuk modernisasi alat, segera kami belikan. Untuk penambahan SDM, itu hanya beberapa titik saja,” kata dia.

Saat ini, kapasitas tes PCR di Jateng hanya sekitar 600 spesimen perhari. Dirinya meminta agar jumlah itu ditingkatkan. Minimal menjadi seribu spesimen perhari.

”Intinya mereka semua siap untuk meningkatkan kapasitas. Hanya memang harus dilakukan modernisasi alat dan beberapa tempat membutuhkan penambahan personil,” tegas Ganjar

Saya senang semua siap, karena memang dalam kondisi saat ini, semua harus siap bekerja semaksimal mungkin,” sambungnya.

Baca juga: Usulan Ganjar Potong Gaji PNS Timbulkan Pro Kontra, Anda Setuju?

Terang Ganjar, kecepatan tes PCR penting untuk meningkatkan manajemen penanganan covid-19. Selama ini, banyak pasien yang lama dirawat di rumah sakit hanya karena menunggu hasil tes keluar.

”Padahal saat tes keluar, ternyata negatif. Atau ada pasien yang sampai meninggal hasil tesnya belum keluar. Kami tidak mau itu terjadi terus. Makanya kecepatan tes PCR ini sangat menentukan pengelolaannya,” jelas dia.

Dari para pengurus laboratorium itu, Ganjar juga mendapat banyak masukan. Termasuk ketersediaan tenaga ahli, reagen atau primer hingga masukan-masukan lainnya.

”Nanti akan kami penuhi satu persatu. Termasuk soal adanya peralatan yang belum lengkap dan tidak bisa difungsikan. Nanti kami lengkapi secepatnya,” janji Ganjar.

Semenara itu, Kepala Balai Litbang Vektor Salatiga Joko Waluyo mengatakan, sampai saat ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 6 ribu sampel. Dalam sehari, kapasitas di tempat itu juga sudah meningkat. Dari 40 sampel menjadi 150 sampel perhari.

“Sebenarnya kami bisa meningkatkan dua kalilipat asalkan ada penambahan alat ekstraksi otomatis,” terang Joko.

Kemudian mesin ekstraksi otomatis yang baru, pemeriksaannya sangat cepat. Dalam sekali ekstraksi, bisa digunakan untuk 200 sampel.

”Jadi kalau sehari bisa dua kali ekstraksi saja, sudah 400 sampel. Itu akan semakin cepat. Untuk itu kami berharap ada penambahan alat itu,” pungkasnya.

Sebagai tambahan, jumlah peningkatan kasus covid-19 di Jateng cukup tinggi. Sampai saat ini, sudah ada 799 kasus positif, 30.056 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 949 Pasien Dalam Pengawasan (PDP). (lhr/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: