Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Mahasiswa Unimma Latih Soft Skill di Sanggar Qoryah Thoyyibah

Mahasiswa Unimma Latih Soft Skill di Sanggar Qoryah Thoyyibah

  • calendar_month Kam, 17 Feb 2022

BNews—MAGELANG— Program pengabdian pada masyarakat terpadu (PPMT) terus dilakukan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma). Termasuk lima mahasiswa Pendidikan Agama Islam yang melaksanakan kegiatannya di Sanggar Belajar Qoryah Thoyyibah Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang.

Melalui program itu, para mahasiswa Unimma memberikan Pelatihan Soft Skill Guna Meningkatkan Kepribadian Anak. “Kami melakukan upaya mengembangkan minat bakat dan potensi anak usia sekolah dengan menggunakan metode bermain dan pendidikan di Dusun Kebon Wage Desa Ngepanrejo Kecamatan Bandongan,” kata dosen pembimbing Subur S.Pd.I.,M.S.I.

Para mahasiswa yang terlibat diantaranya Sholahuddin Al Afghany, Andhi Ari Anggoro, Vika Rahmatari, Vina Nurmalita Maylia dan Nayla Anggra Agustin. Mereka begitu serius menjalankan program ini.

Dalam kegiatan ini, mereka mendorong anak usia sekolah khususnya untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki. Sehingga menjadi bekal kelak saat mereka menempuh pendidikan berikutnya.

“Kita ingin menanamkan keahlian yang mampu mendorong mereka untuk lebih semangat lagi dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki terutama dalam dunia Pendidikan,” kata salah satu mahasiswa Sholahuddin Al Afghany.

Mereka menerapkan metode bermain dan belajar supaya mudah diterima anak anak usia sekolah dasar. Karena dengan menggunakan media bermain anak-anak akan senang dan mudah memahami teori dan cara mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Beberapa softskill yang diterapkan yaitu eksperimen sains. Seperti menanam biji kacang hijau agar menjadi kecambah.

“Manfaat kegiatan ini untuk memberikan edukasi kepada anak anak tentang merawat dan menjaga tanaman,” katanya.

Kegiatan softskill yang kedua yaitu mewarnai profesi pekerjaan sebagai gambaran cita cita untuk mereka kedepannya.

Kegiatan softskill yang berikutnya pembuatan madding dengan menuliskan berbagai cerita, puisi, pantun. Supaya mereka dapat mengekspresikan dirinya sendiri dan dapat mengembangkan ide ide yang mereka miliki.

Kegiatan selanjutnya yaitu bermain puzzle, permainan ini dilakukan untuk melatih konsentrasi dan daya ingat dalam bermain puzzle. Berbagai kegiatan ini disambut baik para peserta didik dan pengelola sanggar. (adv/her)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less