Masuk Magelang Mulai Diperketat, Ratusan Kendaraan Diminta Putar Arah

BNews–MUNGKID– Ratusan kendaraan luar kota yang masuk Magelang diminta putar balik selama Operasi Ketupat Candi 2020. Tercatat ada 317 kendaraan pemudik yang diminta kembali.

Kasat Lantas Polres Magelang, AKP Fadli mengatakan kegiatan operasi ketupat candi tersebut akan berlangsung selama 37 hari. “Sejauh sejak mulai tanggal 24 April hingga 14 Mei 2020 teracatat sebanyak 317 kendaraan pemudik kita minta putar balik ke arah Jogja. Mereka datang dari arah Jogja mencoba masuk ke Magelang melalui Tugu Ireng Salam,” katanya kemarin (15/5/2020).

Ia menyebutkan para pemudik yang diminta putar balik diketahui saat dilakukan pemeriksaan di Pospam Salam. “Kita lakukan penyekatan di Tugu Ireng Salam yang merupakan perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakrta,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah, Brigjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan di Jawa Tengah sudah didirikan pos pemantauan di 10 Pintu Masuk. “Pos tersebut mulai dari Brebes, Cilacap, Magelang, Klaten, Wonogiri. Ada juga di Blora, Rembang, Sragen, Karanganyar dan Purworejo,” katanya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ke sepuluh Pintu Masuk tersebut, lanjutnya berfungsi untuk lakukan penyekatan para pemudik yang ingin masuk ke wilayah Jawa Tengah. “Kita akan minta putar balik arah kepada kendaraan yang terindikasi pemudik. Tercatat sebanyak 3.482 kendaraan pemudik yang akan masuk ke wilayah perbatasan Jawa Tengah diminta putar balik selama operasi ketupat candi 2020 berlangsung 22 hari terakhir,” paparnya.

Sementara, untuk kendaraan angkutan barang, logistik atau kebutuhan pokok masyarakat tetap bisa beroperasi. “Khusus sektor angkutan ini tetap jalan. Khusus hal ini kita fokus di satu pintu wilayah Polres Brebes” imbuhnya.

Untuk pemudik yang nekat, lanjutnya tidak ada namanya sanksi. “Kita hanya memberikan himbauan. Karena bagi pemudik luar daerah yang kembali ke Jawa Tengah nanti akan jadi ODP,” pungkasnya. (bsn)

1 Comment
  1. Andri says

    Kalo warga magelang yg tinggal di jogja gimana ya?

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: