Menengok Perpustakaan Sahwahita Desa Butuh Sawangan, Tempat Berkegiatan Warga

BNews—SAWANGAN— Desa Butuh, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang memiliki perpustakaan desa yang diberi nama Perpustakaan Sahwahita. Yang mana telah diresmikan pada 14 Desember 2020 lalu.

Perpustakaan ini memiliki lebih dari seribu buku dengan jenis beragam. Mulai dari buku anak-anak, sastra, geografi, sejarah, agama, hingga buku filsafat. Semua sudah diklasifikasi dalam rak-rak.

”Sumber bukunya ada yang dari Perpusnas, donasi, dan swadaya,” kata Kepala Perpustakaan Sahwahita Ummu Salafi Aisia, belum lama ini.

Dia menjelaskan, adanya perpustakaan itu, bermula pada Tahun 2017 silam. Pada waktu itu, Desa Butuh hanya memiliki pojok baca. Setahun kemudian, tim penggerak PKK desa setempat membuat pojok baca sendiri.

”Akhirnya pada tahun 2019, pojok baca desa dan pojok baca PKK berkolaborasi. Saat itu tidak langsung menjadi perpustakaan. Melainkan masih di bawah naungan Komunitas Perempuan Sahwahita,” jelasnya.

Pada tahun 2019, Pemdes Butuh memberikan anggaran untuk membuat perpustakaan desa. ”Tahun 2020 gedungnya baru jadi. Tanggal 14 Desember Perpustakaan Sahwahita diresmikan,” ujar Ummu.

Lebih lanjut, Ummu memaparkan bahwa kegiatan di perpustakaan tersebut bukan hanya untuk membaca buku. Namun juga sering dijadikan tempat berkegiatan untuk anak-anak bahkan masyarakat.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Seperti menjadi tempat melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena menyediakan fasilitas Wi-Fi. Tak jarang, perpustakaan ini digunakan untuk kegiatan posyandu.

“Karena sesuai program transformasi perpustakaan sosial, perpustakaan berbasis inklusi sosial, perpustakaan bukan hanya menjadi tempat untuk membaca. Tapi menjadi pusat kegiatan masyarakat,” paparnya.

Di samping itu, untuk menggerakan semangat para remaja, Ummu sering memacu semangat mereka dengan mengajak membuat project.

Salah satunya produksi video untuk diunggah di channel YouTube Perpustakaan Sahwahita. “Saya mendorong mereka. Ayo berkarya!” ujar Ummu semangat.

Tambah dia, di tahun 2021 ini, dirinya belum memiliki keinginan membuat program atau target muluk-muluk mengingat perpustakaan tersebut masih seumur jagung. Apalagi situasi masih pandemic Covid-19.

”Yang terpenting, Perpustakaan Sahwahita terus konsisten hadir dan berkegiatan bersama masyarakat,” imbuhnya.

Ihwal pengembangan ekonomi, Perpustakaan Sahwahita bersinergi dengan Tim Penggerak PKK Desa Butuh untuk membantu pelatihan maupun pemasaran produk UMKM warga setempat. Kebetulan, PKK memberikan pendampingan untuk mereka.

“Ada UP2K (usaha peningkatan pendapatan keluarga),” kata Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Desa Butuh Devy Soegiherventiana.

“Kami promosi produk. Di masa pandemi ini kami bikin Instagram namanya Warung Sahwahita biar tetap konsisten. Biar yang beli juga nggak cuma dari Desa Butuh” imbuhnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: