Mengenal Anjing-Anjing Pintar Polres Magelang Kota: Melacak Bom, Narkotika Hingga Bubarkan Kerusuhan

BNews—MAGELANG— Setiap terjadi aksi unjuk rasa, ancaman teror hingga ungkap kasus kriminal, Polri kerap melibatkan anjing di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pasukan anjing dengan beragam spesialisasi tersebut dikenal dengan unit khusus bernama K-9 (baca: canine).

Di Polres Magelang Kota, pasukan K-9 diperkuat sedikitnya empat ekor anjing. Mereka tinggal dan dirawat dengan sangat baik di kandang khusus Mako 2 polres setempat.

Kasat Sabhara Inspektur Polisi Satu (Iptu) Anas Syarifudin diwakili Aipda Agustinus Wahyu dan Bripda Kristian Gigih dengan ramah mengenalkan lebih dekat dengan ’pasukan khusus’ tersebut. Dalam kesempatan tersebut, mereka juga unjuk kebolehan dengan melakukan simulasi melacak bahan peledak (handak) serta mengendalikan massa dan kerusuhan.

Aipda Agustinus mengatakan, ada empat jenis anjing yang dimiliki Unit K-9 Sat Sabhara. Ia ternyata merupakan pawang yang sudah tiga tahun dipercaya melatih dan merawat anjing pelacak.

”Di sini ada anjing jenis Golden Retriever, American Pitbull Terrier, Belgian Malinois dan Doberman,” katanya, Rabu (22/7).

Ia menjelaskan, anjing jenis Golden Retriever bernama Arco saat ini berusia empat tahun. Ia bertugas melakukan sterilisisasi dan penyisiran bom di tempat atau objek vital. Diantaranya gereja, Kantor Pemkot Magelang, Kantor DPRD Kota Magelang hingga Tempat Pemungutan Suara (TPS).

”Karakter Arco itu bersahabat dan sama orang soft. Cukup banyak dipelihara di rumah-rumah,” jelasnya.

Selanjutnya, ada Bilbo yang menjadi anjing tertua dengan usia tujuh tahun. Anjing jenis pitbull ini biasanya diterjunkan untuk mengendalikan huru-hara karena memiliki karakter menyerang.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

”Sering diterjunkan ke tempat keramaian yang berisiko menimbulkan kerusuhan dan kekacauan. Baik ketika demonstrasi atau pertandingan sepak bola. Dia sekali gigit target itu ngunci (tidak mau melepaskan gigitan),” terangnya.

Selain itu, ada anjing paling sangar dan sangat agresif dengan postur sempurna dengan warna hitam eksotis. Anjing jenis Doberman itu bernama Boy dengan umur 2,5 tahun.

”Anjing ini sangat aktif. Tipikalnya mirip dengan pitbull, menyerang. Biasa juga digunakan untuk mengawasi pertandingan sepak bola dan mengurai massa unjuk rasa” papar dia.

Sementara itu, anjing paling muda dengan usia baru satu tahun adalah Limo dari jenis Belgian Malinois. Anjing ini menjadi pengganti ’Bruno’ yang meninggal karena umurnya sudah tua.

”Sebenarnya Limo baru datang. Dan sedang kami latih untuk pelacakan barang-barang jenis narkotika,” tandas dia yang juga memawangi Limo dan Arco.

Sambung Bripda Kristian, perawatan rutin dilakukan kepada anjing-anjing milik polisi satwa unit K-9. Diantaranya memandikan dua kali seminggu, penyemprotan kandang dengan disinfektan dua hari sekali serta setiap pagi keluar kandang untuk dijemur terik matahari.

”Pemberian vitamin dan kontrol ke dokter hewan juga wajib dilakukan. Untuk makan sehari dua kali. Pagi dan sore,” ucapnya.

”Memberikan ekstra dog food serta daging ayam atau sapi segar dan juga susu. Kami juga lakukan reward kepada anjing yang berhasil mengungkap suatu kasus,” sambung pria yang menjadi pawang si Bilbo itu.

Selain itu, mereka bersama pawang lainnya, yakni Bripka Yulius Yudho yang melatih Boy wajib memastikan kebersihan kandang. Serta melakukan perawatan rutin untuk kesehatan anjing.

”Ya, tetap kami utamakan kebersihan untuk satwa. Jangan sampai mereka terserang kutu atau sakit,” pungkas dia. (rur/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: