Mengenal Rusa-rusa di Komplek Pemkab Magelang, Dulu Satu Pasang Kini….

BNews—MUNGKID— Puluhan Rusa Timor di area halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang menjadi daya tarik tersendiri. Keberadaan rusa-rusa cantik itu diketahui sudah sejak lama. Yakni sejak masa pemerintahan Bupati H Mohammad Solihin.

Berdasarkan data yang dihimpun, saat itu jumlah rusa asli Indonesia itu hanya ada satu pasang, yakni betina dan jantan. Seiring berjalannya waktu, sampai saat ini jumlah populasi rusa di halaman Pemkab Magelang ini terus bertambah hingga mencapai 34 ekor.

Hewan yang memiliki nama latin Cervus Timorensis itu memang tergolong hewan yang ramah dan jinak. Puluhan rusa diberikan tempat dan kandang tepat di samping pintu masuk Kantor Pemkab Magelang.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Pada hari-hari libur maupun di sore hari, selalu ramai pengunjung yang datang ke komplek Pemkab Magelang. Kebanyakan dari mereka adalah keluarga dan anak-anak yang sengaja berkunjung hanya untuk sekedar memberi makan hewan bertanduk cantik tersebut.

Biasanya mereka memberi makan rusa-rusa tersebut dengan tumbuh-tumbuhan seperti kangkung atau rumput. Sesekali diberi roti oleh pengunjung. Tidak sedikit rombongan siswa PAUD dan TK sengaja berkunjung hanya untuk sekedar melihat hewan lucu dengan suara khasnya itu.

Diketahui bila pemeliharan Rusa Timor oleh Pemkab Magelang sudah mengantongi izin usaha penangkaran mamalia dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah. Hal tersebut tertuang dalam keputusan Kepala BKSDA Jawa Tengah Nomor: SK.104/Kn21/TU/KSA/1/2019 Tentang Pemberian Izin Usaha Penangkaran Mamalia Dilindungi Undang-Undang.

Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Magelang, Gunarti menjelaskan bahwa, pemeliharaan rusa ini sudah dilakukan sejak zaman Bupati H Mohammad Solihin dan sudah mendapatkan SK dari BKSDA.

”Kami di Bagian Umum (Setda Kab Magelang) sempat menelusuri dari mana rusa-rusa ini berasal. Ternyata sejak zamannya Bupati Solihin. Maka dari itu, kami terus pelihara dan sudah diuruskan sekalian SK-nya,” jelas, Gunarti, Selasa (7/1).

Sementara itu, untuk pemeliharaannya tidaklah susah. Dari segi pakan sendiri hanya butuh rumput dengan lahan yang sudah tersedia.

”Untuk memenuhi pakannya sendiri, kami tidak kesulitan karena sudah memiliki lahan yang khusus untuk memenuhi kebutuhan pakannya,” pungkas dia. (*/han)

Penulis: Wahid Fahrur Annas (Mahasiswa Magang IAIN Purwokerto)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: