Cegah Bau Mulut Saat Berpuasa, Berikut 7 Tips yang Mudah Dilakukan

BNews—TIPS— Bau mulut menjadi salah satu masalah ketika berpuasa. Hal ini biasanya terjadi karena kurangnya asupan cairan selama lebih dari 13 jam.

Hal tersebut menyebabkan asam yang membuat sisa makanan di dalam mulut menimbulkan bau mulut. Penyebab lainnya bisa berasal dari rongga mulut, seperti gigi berlubang, gusi radang, sisa makanan di sela gigi dan lain sebagainya.

“Kalau puasa pola makan kita berubah. Mulut kita akan menjadi kering karena produksi air liur berkurang,” ujar dokter gigi Susi R. Puspitadewi, beberapa waktu lalu. Dilansir dari CNNIndonesia.

Bau mulut yang tak sedang sering membuat orang minder dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Sebenarnya, bau mulut bisa dicegah dengan beberapa cara.

Berikut 7 cara mencegah bau mulut menurut ahli.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Sikat gigi 2 kali sehari

Susi menyarankan untuk menyikat gigi secara teratur untuk menghilangkan kotoran di mulut. Bakteri secara alami bersembunyi di dalam mulut. Namun sisa makanan atau minuman akan membuat pertumbuhan bakteri makin pesat lalu menimbulkan bau tak sedap.

Karena puasa, Susi berkata sikat gigi dilakukan setelah sahur dan setelah berbuka puasa. Tidak hanya gigi, lidah pun perlu dibersihkan karena sisa makanan atau minuman bisa menempel di permukaan lidah. Produk sikat gigi sekarang biasa sepaket dengan pembersih lidah atau Anda bisa mendapatkan pembersih khusus lidah di pasaran.

Download Aplikasi Borobudur News, Klik (Disini)

Gunakan obat kumur

Menurut Susi, penggunaan obat kumur terbilang opsional. Namun, ada baiknya digunakan untuk memastikan kebersihan gigi dan mulut apalagi biasanya produk obat kumur dilengkapi kandungan yang bisa mengurangi jumlah bakteri dan mampu memberikan rasa segar di mulut.

Hindari makanan tertentu

Makanan tertentu bisa memicu bau mulut. Perhatikan menu sahur Anda sebab ada beberapa bahan makanan yang baunya tertinggal di mulut meski sudah menggosok gigi. Bawang putih dan bawang bombai mentah termasuk bahan pangan yang perlu dihindari jika tidak ingin bau mulut.

Kemudian produk susu juga cenderung menimbulkan bau mulut. Susi menyarankan untuk menghindari makanan yang panas dan pedas karena bisa mengakibatkan radang tenggorokan. Radang tenggorokan bisa memicu bau mulut.

Minum air putih

Bau mulut saat puasa dipicu kondisi mulut kering. Produksi saliva menurun sehingga bakteri tumbuh bebas di mulut. Sebaiknya penuhi kebutuhan cairan selama berpuasa baik saat sahur maupun berbuka.

Biasanya 8 gelas air putih akan cukup memenuhi kebutuhan cairan dalam sehari. Anda tidak perlu minum satu liter air sekaligus saat sahur. Pecah jadwal minum misal satu gelas saat bangun sahur lalu satu sampai dua gelas setelah santap sahur. Kemudian sisanya bisa ‘dihajar’ saat berbuka, jelang salat tarawih, saat makan malam dan jelang tidur.

Cukup asupan buah dan sayur

Cara efektif lain untuk mencegah bau mulut saat berpuasa adalah konsumsi buah dan sayur. Sayur dan buah mampu membersihkan plak dan sisa makanan. Kemudian antioksidan berperan dalam kesehatan gigi dan mulut. Anda pun akan merasa kenyang lebih lama berkat kandungan serat pada sayur dan buah.

Tetap konsumsi karbohidrat

Jaga keseimbangan asupan nutrisi termasuk karbohidrat. Karbohidrat akan menjadi sumber energi sehingga Anda tidak mudah lemas seharian. Tubuh yang kekurangan karbohidrat akan melepas keton dan menimbulkan bau mulut.

Sebaiknya pilih pangan sumber karbohidrat kompleks misalnya ubi, roti gandum, pasta gandum, nasi merah karena tubuh memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna sehingga Anda merasa kenyang lebih lama.

Cek ke dokter gigi

Bau mulut tidak selalu terjadi akibat mulut kering. Ini juga bisa jadi tanda masalah kesehatan pada tubuh. Susi pun menyarankan untuk mengunjungi dokter gigi untuk mengecek kondisi gigi dan mulut secara menyeluruh. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: