Meski Ditemui Pejabat Terkait, Para Peserta Aksi Soal Parkir Pasar Kaliangkrik Belum Puas
- calendar_month Kam, 23 Des 2021

Aksi Damai juru keamanan dan parkir Pasar Kaliangkrik Magelang
BNews–MAGELANG– Kembali, puluhan orang keamanan dan parkir Pasar Kaliangkrik mendatangi kantor Pemda Magelang kamarin (22/12/2021). Dengan masih membawa tuntutan sama, mereka meminta solusi terkait pengelolaan lahar parkir di Pasar Kaliangkrik.
Perjuangan mereka tanpa alasan, karena sejak pembangunan pasar selesai pengelolaan parkir justru diserahkan ke pemerintah desa (Karangtaruna). Meski kali ini ditemui oleh Pejabat terkait, mereka tetap masih ,erasa tidak puas dengan tanggapan pemerintah daerah. Dan mereka mengancam akan kembali melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih banyak.
Koordinator lapangan Khoirul Naim menyampaikan bahwa aksi ini yang ketiga kalinya. Tuntutan mereka masih tetap sama seperti aksi sebelumnya yakni tetap diakomodir sebagai pengelola keamanan dan parkir di pasar Kaliangkrik.
“Kami yang berjuang kurang lebih 4 tahun di penampungan selama proses pembangunan pasar. Namun setelah pembangunan pasar selesai pengelolaan parkir justru diserahkan ke pemerintah desa (Karangtaruna),” katanya kepada awak media.
Aksi ini mendapat pengamanan dari Polres Magelang dan Satpol PP Kabupaten Magelang. Kemudian perwakilan massa diterima oleh Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Magelang Iwan Setiarso.
Iwan Sutiarso tidak sendirian, karena didampingi Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM, Sekertaris Dinas, Kabid Pasar, Kabag Hukum serta Camat Kaliangkrik. Mereka disambut di ruang pertemuan Wakil Bupati.
Iwan Setiarso menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah telah memberikan perintah Disperindagkop dan UMKM untuk mengelola pasar Kaliangkrik dengan se baik-baiknya.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
“Kami sampaikan semua potensi yang dimiliki akan dioptimalkan. Dan untuk kawan-kawan yang saat ini datang merupakan sebuah dinamika,” ujarnya.
Dia menegaskan apa yang dikeluhkan oleh para pengelola parkir dan keamanan ini akan dijadikan kajian serta pertimbangan sebagai bahan telaah. Dan akan segera disampaikan kepada Bupati secara komperhesif.
“Namun demikian saya tidak bisa menjanjikan waktu, bahwa kalian datang ke sini ohh, besok, atau besoknya. Tidak. Kami beserta teman-teman di sini membantu Disperindagkop dan UMKM untuk membuat kajian; telaah kepada pimpinan (Bupati) untuk menentukan langkah yang terbaik bagi semua, walaupun pada kerangka yang sangat besar bisa jadi tidak semua puas. Kami pemerintah daerah berusaha merangkum agar semua potensi dan sumberdaya yang dimiliki bisa memberikan dampak yang lebih baik,” jelas Iwan.
Tanggapan Asisten II ini diniali belum memberikan jawaban pasti, dan belum ada kejelasan sampai kapan. Sementara mereka (massa unjuk rasa) sampai sekarang mengaku tidak memiliki pekerjaan lagi sehingga sudah kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
“Kami tidak puas dengan jawaban dari Pemerintah Daerah, karena tidak jelas sampai kapan harus menunggu?. Kami akan datang lagi dengan massa yang lebih banyak,” pungkas Khoirul Naim. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar