Ngeri… Satpam SMPN 11 Meninggal dengan Tubuh Menghitam Setelah Divaksin Sinovac

BNews—NASIONAL— Seorang satpam di SMPN 11 Tangerang Selatan, Sarmili, dikabarkan menginggal dunia setelah menerima suntikan vaksin covid-19 jenis Sinovac. Tubuh pria berusia 45 tahun ini cukup mengenaskan dengan kulit warna hitam di punggungnya.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Sarmili yang tinggal di Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Serpong itu sempat di rawat intensif usai divaksin di kantor tempatnya bekerja. Ia kemudian meninggal di RSUD Pamulang pada Senin (29/3).

”Saat meninggal, bagian belakang tubuh Sarmili menghitam yang diduga akibat luka dalam,” kata istri Sarmili, Ita Maryani.

“Dia tidak pernah sakit sampai parah begitu, paling masuk angin biasa terus minum obat saja. Kemarin setelah vaksin di sekolah, dia memang meriang beberapa hari, mungkin dia tidak terlalu dirasain, tetap berangkat kerja,” sambung wanita berusia 41 tahun ini.

Suaminya yang mengeluh panas dingin itu semakin parah hingga akhirnya dibawa ke sebuah klinik swasta. Sesampainya Sarmili di klinik tersebut, ia diberi alat bantu napas dan akhirnya pulang ke rumah.

Saat dibawa ke rumah kondisi Sarmili tak kunjung membaik. Kemudian keluarga membawanya ke salah satu rumah sakit swasta.

”Di klinik di swab dulu, hasilnya negatif. Terus pulang, tapi tidak membaik. Akhirnya dibawa lagi ke Rumah Sakit Medika, di sana diswab lagi, hasilnya negatif juga. Tapi karena alat bantu napasnya kurang, akhirnya kita dapat info di Puskesmas Rawa Buntu lengkap alat bantu napasnya, akhirnya kita bawa ke sana,” terangnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Sarmili pun tak lama dirawat di Puskesmas Rawa Buntu lantaran petugas medis merujuknya kembali ke RSU Tangerang Selatan. Setibanya di RSU, Sarmili kembali diswab, lagi-lagi hasilnya negatif. Ita menyebut ketika itu petugas medis telah berupaya maksimal memberi penanganan.

”Kalau swab memang beberapa kali hasilnya negatif semua. Waktu di RSU itu dia kondisinya makin sulit bernapas. Minum sudah tidak bisa, keluar lagi. Saya lihat kondisinya juga sedih susah bernapas. Katanya kadar oksigen dalam tubuhnya itu sudah anjlok drastis,” ujarnya.

Senin (29/3/2021) malam selepas Maghrib, Sarmili mengembuskan napas terakhir. Ketika itu pihak keluarga memang sedang berencana membawa pulang Sarmili untuk menjalani perawatan di rumah. Diduga ada pembengkakan jantung yang dialami.

”Awalnya memang kita rencana mau bawa pulang ke rumah, jadi maksudnya dibawa ke rumah saja. Pas lagi dicabut alat-alatnya, dia udah tidak ada, seperti lagi tidur saja, waktu dicek sudah meninggal. Waktu di sana, petugasnya bilang ini ada sakit di paru-paru terus lari ke jantung. Jadi pembengkakan jantung gitu. Belakang leher sama pundak hitam,” ucapnya.

Humas SMPN 11, Salim menjelaskan pihak sekolah pun telah menyampaikan duka dan kehilangan kepada keluarga korban. Sarmili telah menjalani vaksin tahap awal di sekolah. Keterangan dari sesama petugas sekuriti menyebut sebelum disuntik vaksin almarhum memang sudah mengalami panas dingin.

”Beberapa hari sebelum vaksin, dia sudah tidak enak badan ternyata, vaksin pertama. Itu saja intinya, yang jelas ada beberapa teman yang Saya tanya dan menceritakan langsung, karena vaksinnya berbarengan, beberapa hari sebelumnya itu dia sudah tidak enak badan,” urainya.

Sementara, RSU terkait hingga kini masih mengecek data riwayat medis dari almarhum Sarmili. Saat dihubungi, pihak rumah sakit belum bersedia memberi keterangan. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: