Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Motif Lain di Balik Video AI Umrah ke Candi? Ini Kata Kasatreskrim Magelang

Motif Lain di Balik Video AI Umrah ke Candi? Ini Kata Kasatreskrim Magelang

  • calendar_month Kam, 19 Jun 2025

BNews–MAGELANG – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Magelang masih mendalami kasus video berteknologi artificial intelligence (AI) yang memicu polemik karena menyebut ajakan “umrah ke Candi Borobudur.”

Terlapor dalam kasus ini berinisial YH (36), yang sebelumnya mengaku membuat konten tersebut untuk promosi produk kemenyan.

Kasatreskrim Polresta Magelang, AKP La Ode Arwansyah, mengatakan bahwa penyelidikan terhadap kasus ini masih terus berlanjut. Pihaknya telah mengamankan barang bukti termasuk telepon genggam dan akun media sosial yang digunakan untuk mengunggah video kontroversial tersebut.

“(Barang bukti) Handphone, sudah mencakup semua termasuk akunnya. Terakhir kali dia akses, kemudian cara dia melakukan (posting) dapat semua keterangannya,” ujar La Ode kepada wartawan di Mako Polresta Magelang, Kamis (19/6/2025).

Lebih lanjut, La Ode menyebut bahwa dari hasil penyelidikan sementara, terdapat indikasi motif lain di balik pembuatan dan penyebaran video tersebut. Namun demikian, pihak kepolisian masih belum bisa mengungkap secara detail terkait motif tersebut.

“Ada hal lain (motif). Kami belum bisa sampaikan,” sambungnya.

Polisi juga telah melibatkan ahli bahasa dan ahli informasi dan transaksi elektronik (ITE) dalam penanganan kasus ini. Selain itu, pemeriksaan terhadap ahli agama juga akan dijadwalkan untuk memberikan pandangan dari aspek keagamaan.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK )

“Untuk ahli bahasa, ahli ITE sudah aman. Tinggal kami koordinasi dengan Polda tanggapannya bagaimana, apa yang kurang (hasil pemeriksaan),” terang La Ode.

Video yang beredar di media sosial tersebut memperlihatkan sosok anak perempuan dengan latar belakang Candi Borobudur. Narasi dalam video awalnya membahas keris dan ritual bakar kembang kemenyan. Selanjutnya, konten tersebut menyebut soal “tanah suci” warisan leluhur dan menyindir biaya mahal serta antrean panjang untuk ibadah umrah.

Dalam bagian akhir video, muncul ajakan untuk “umrah ke candi-candi”, termasuk Candi Borobudur, yang memicu kontroversi karena dianggap menyinggung ajaran agama tertentu.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, YH sempat menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Kamis (12/6/2025). Dalam kesempatan tersebut, YH menyebut video itu dibuat dalam rangka mempromosikan produk lokal berupa kemenyan.

“Ternyata beliau (YH) membuat konten itu adalah kepentingan pribadi. Karena beliau juga ternyata jualan menyan (kemenyan), kemudian turut mempromosikan itu produk lokal,” ujar Kepala Disparpora Kabupaten Magelang, Mulyanto, kepada wartawan, Kamis (12/6/2025).

Kasus video AI bertema “umrah ke candi” ini telah memasuki proses hukum menyusul adanya laporan resmi ke Polresta Magelang. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengumpulan alat bukti, termasuk keterangan dari para ahli, untuk mendalami kemungkinan pelanggaran hukum dalam konten tersebut. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (1)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less