Ngaku Jadi Polisi, Pria Ini Nekat Rampas Barang Korban Buat Beli Obat Penenang

BNews—YOGYAKARTA—Seorang pria berinisial AP, 28, melakukan perampasan terhadap korbannya dengan mengaku sebagai aparat penegak hukum. Aksinya tersebut dilakukan di Jalan Panjaitan Mantrijeron, Jumat, (11/9/2020) sekira pukul 18.30 WIB.

Kapolsek Mantrijeron Kompol Andi Mayasari Patongai mengatakan, pelaku yang merupakan warga Umbulharjo, Kota Yogyakarta ini merampas barang berharga milik IY, 21, warga Kretek, Kabupaten Bantul. Dikarenakan pelaku membutuhkan uang untuk membeli obat penenang.

”Waktu itu korban sedang melintas di Jalan DI Panjaitan selatan Klinik Gading Mantrijeron.,” katanya, Selasa (22/9/2020). Dikutip Suarajogja.id.

Andi menjelaskan, peristiwa perampasan bermula saat pelaku memepet dan meminta korban untuk berhenti. Pelaku yang mengklaim dirinya sebagai anggota polisi yang sedang bertugas, kemudian melakukan penggeledahan kendaraan termasuk tas dan dompet milik korban.

”Korban yang ketakutan pun hanya bisa pasrah. Saat itu, pelaku meminta korban mengikuti dirinya ke polsek. Korban nurut saja apa yang dikatakan pelaku,” ujar dia.

Ketika sampai di daerah Nitikan Umbulharjo Yogyakarta, pelaku mengancam korban dengan berkata ”Po tak entekke sisan neng kene (apa saya habiskan sekalian di sini)”. Karena ketakutan, korban kemudian putar arah meninggalkan pelaku beserta barang berharga miliknya.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)
Loading...

Korban pun menceritakan kejadian itu kepada rekannya. Lantas rekan korban membantu membuat status WhatsApp yang berisikan permintaan informasi dari pelaku. Pelaku kebetulan memakai Honda Beat warna merah saat melakukan aksi tersebut.

”Setelah mendapat informasi keberadaan pelaku, korban dan rekannya mendatangi pelaku di kawasan  Warungboto, Umbulharjo. Keduanya lantas membawa pelaku ke Polsek Mantrijeron pada hari yang sama saat pelaku melakukan aksi perampasan itu,” terang Andi.

Kepada petugas, pelaku mengaku nekat melakukan perampasan karena butuh uang untuk membeli obat-obatan terlarang.”Jadi sebelumnya Bawor pernah mencuri obat penenang di sebuah apotek. Pelaku ingin menebus obat dan tidak punya uang. Lalu obatnya ini semacam obat penenang, tapi dia tidak gila hanya suka berhalusinasi saja,” jelas Andi.

Tambah Andi, dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa pelaku juga pernah melakukan tindak kejahatan yakni pencurian di wilayah Mantrijeron. Atas perbuatannya, pelaku disangkakan pasal 368 KUHP tentang Perampasan dan diancam hukuman penjara paling lama sembilan tahun. (*/mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: