Pameran Petak Umpet Sastra Anak, Populerkan Kembali Novel Anak Karya Penulis Indonesia
- calendar_month Ming, 9 Nov 2025

Pameran Arsip dan Ilustrasi “Petak Umpet Sastra Anak”, di Bentara Budaya Yogyakarta, mulai 7 hingga 16 November 2025. (Foto: ist)
BNews–YOGYAKARTA– Penerbit KPG, Museum Anak Bajang, dan Bentara Budaya berkolaborasi menyelenggarakan Pameran Arsip dan Ilustrasi “Petak Umpet Sastra Anak”. Acara berlangsung pada 7-16 November 2025 di Bentara Budaya Yogyakarta.
Pameran ini dalam rangka mengembalikan perhatian publik terhadap buku-buku anak karya penulis Indonesia, khususnya kategori novel middle grade yang pertama kali terbit tahun 1974 sampai sekarang. Pameran ini juga sebagai peringatan setahun wafatnya Dwianto Setyawan, seorang penulis buku anak Indonesia yang produktif tahun 1970-1980an.
“Sudah saatnya petak umpet ini kita selesaikan, tidak terus umpet-umpetan. Dengan semua dokumentasi dan analisa yang dikumpulkan dalam waktu terbatas di pameran ini, sudah waktunya untuk kita kembali mendengungkan sastra anak Indonesia,” kata penggagas pameran dan adik Dwianto Setyawan, Sindhunata atau yang akrab disapa Romo Sindhu dalam keterangan tertulis, Minggu (9/11/2025).
Manajer Redaksi dan Produksi Penerbit KPG Christina M. Udiani mengatakan pada awal 2025, pihaknya bekerja sama dengan Setyaningsih (pengamat karya sastra) dan Nai Rinaket (ilustrator) sudah menerbitan kembali karya Dwianto Setyawan dan Djokolelono sebagai Seri Klasik Semasa Kecil. Tepat saat pameran ini digelar, total ada 15 judul yang dirilis dalam payung besar Seri Klasik Semasa Kecil. Dan satu buku kumpulan esai yang sejalan dengan tema pameran ini.
“Setelah buku-bukunya ada lagi, langkah selanjutnya adalah membuat buku-buku tersebut menjadi bahan pembicaraan. Jadilah Pameran Petak Umpet Sastra Anak ini,” terang Christina.
Pameran ini harapannya bisa mewadahi diskusi tentang sastra anak, sastra anak yang klasik, hingga upaya mewariskan karya ini dari generasi ke generasi.
Saat memasuki ruang pameran, pengunjung diajak bernostalgia melalui sampul dan ilustrasi bacaan anak yang terbit mulai 1974. Pengunjung juga dapat menyusuri proyek Inpres, banjir buku anak terjemahan, perjalanan DS Group melawan banjir buku anak terjemahan itu dengan komik dan ilustrasi. Melihat novel-novel middle grade yang meraih penghargaan, hingga mengikuti kebangkitan kembali novel anak di Indonesia hari-hari ini. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar