Panwaskab Tetapkan 63 Panwascam

BNews-MUNGKID— Sebanyak 63 orang Panitia Pengawas Kecamatan berhasil lolos seleksi dari 326 orang pendaftar di Kabupaten Magelang. Pendaftaran panwascam ini dalam rangka persiapan Pemilihan Umum Bupati dan Gubernur 2018 mendatang dimana setiap Kecamatan nanti ada tiga orang panwascam.

 

Komisioner Panwaskab Fauzan Rofiqun menjelaskan proses seleski dibagi menjadi tiga tahapan kemarin yakni administrasi, tertulis dan wawancara. “Sebanyak 63 panwascam sudah melalui proses seleksi ketat, ujian tertulis hingga tes wawancara.,” katanya.

Dalam tahapan terakhir yakni wawancara peserta diuji soal kemampuan peserta terkait penguasaan materi, dan strategi pengawasan pemilu, sistem hukum politik serta peraturan perundang-undangan pemilu. “”Proses seleksi berlangsung ketat mengingat jumlah pendaftar yang membludak. Ini adalah pilihan terbaik untuk pengawasan pemilu di Magelang,” imbuhnya.

Komisioner Panwaskab juga mengetes integritas, motivasi dan komitmen peserta, kemudian kemampuan komunikasi dan organisasi, serta pengetahuan muatan lokal.”Semua proses seleksi dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan mulai persyaratan pendaftar, tahapan seleksi sampai penetapan panwascam terpilih,” ungkap Komisioner Panwaskab Sumarni Aini Chabibah

“ Panwaskab juga menggugurkan tiga peserta seleksi seusai tes wawancara karena lolos ujian Pendamping Lokal Desa (PLD) Kemendes. Pasalnya, SOP Kemendes melarang rangkap jabatan,” paparnya.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Dilain pihak Ketua Panwaskab Magelang MH Habib Shaleh mengungkapkan ke-63 panwascam ditetapkan melalui rapat pleno tiga komisioner. “Untuk panwascam yang terpilih diharapkan untuk melekapi berkas yakni surat bebas narkoba sambil menunggu keputusan dan arahan Bawaslu,” katanya.

Disebutkan ada kombinasi menarik dalam susunan panwascam terpilih. Dalam pemilihan Panwascam ini menarik pesertanya karena berasal dari berbagai unsur latar belakang. Yakni ada panwascam lama, mantan PPK, akademisi, pengacara, aktivis sosial, seniman Lima Gunung, jurnalis, Banser, NU, Muhamadiyah, guru dan petani.

“ Yang tidak terpilih bukan berarti tidak berkualitas. Masih ada kesempatan untuk mengikuti seleksi PPK di KPU dan seleksi PPL mendekati pilkada,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: