Pelaku Klitih Sadis Tak Ditahan, Korban Terancam Cacat Permanen

BNews—JOGJAKARTA— Peristiwa teror jalanan yang dialami remaja 16 tahun, Kevin Satrio Wicaksono, menyisakan tanda tanya besar. Korban aksi klitih di Kawasan Ngeksigondo, Kotagede pada 14 April 2020 ini terancam cacat permanen.

Kevin terancam cacat permanen akibat luka arah di bagian rahang dan hidung. Di sisi lain, para pelaku klitih tak ditahan dengan alasan masih di bawah umur.

Seorang pelaku sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Kotagede, berinisial KR alias D, 16. Namun ia akhirnya dikembalikan kepada orangtua meski melanggar Undang-undang yakni Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Ancaman hukuman lima tahun penjara.

Aktivis Jogja Police Watch (JPW), Baharuddin Kamba, menilai langkah Polsek Kotagede untuk tidak menahan tersangka pelaku terlalu terburu-buru. Alasan tersangka di bawah umur dan kejahatan individu yang dilakukan seharusnya bukan menjadi latarbelakang utama hal tersebut dilakukan.

”Polsek Kotagede Jogjakarta terkesan buru-buru dengan tidak melakukan penahanan terhadap pelaku D. Diharapkan ada itikad baik dari pelaku, minimal membesuk korban bernama Kevin di rumah sakit dan meminta maaf kepada korban dan keluarga korban. Apapun dan siapapun yang melakukan tindak pidana berupa kekerasan (klitih) adalah salah,” ungkap Kamba, Senin (19/4).

DPD PKS Magelang Ramadhan

Kamba juga mengingatkan, diversi atau pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. Harus dilakukan melalui musyawarah dengan melibatkan; anak dan orang tua/ walinya, korban dan/ atau orang tua/ walinya, pembimbing kemasyarakatan dan pekerja sosial profesional berdasarkan keadilan restoratif.

”Nah apakah proses diversi sudah dilakukan atau belum? Kemudian proses peradilan pidana anak akan dilanjutkan jika proses diversi tidak menghasilkan kesepakatan atau kesepakatan tidak dilaksanakan. Ini yang juga harus dicermati,” tanya dia.

Berita terkait: Bocah Pelaku Klitih Sadis yang Hancurkan Rahang Korban Pakai Batu Ditangkap

JPW menurut Kamba juga menyampaikan keprihatinan terhadap pernyataan yang disampaikan Kapolsek Kotagede, Kompol Dwi Tavianto. Dimana dirinya memastikan jika gerombolan pelaku tidak memiliki niat untuk mencari masalah saat melintas di RSKIA setempat.

”Landasan hukum yang dipakai oleh Kapolsek Kotagede dirasa tidak cukup kuat dan terburu-buru,” tegasnya.

”Sementara pelaku D ini sudah membawa batu sejak awal meskipun pengakuan dari rekan pelaku tidak mengetahui. Kami berharap penanganan kasus ini bisa lebih dicermati. JPW menyampaikan rasa prihatin dan duka atas luka yang dialami oleh korban bernama Kevin, semoga dia lekas sembuh,” pungkas Kamba. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: