Pemandu Lagu di Jateng Meninggal Berstatus PDP Covid-19

BNews—NASIONAL— Seorang pemandu lagu (PL) berinisial RA, 22, meninggal dunia di RSUD Hj Anna Lasamanah, Banjarnegara. Berdasarkan gejala klinis sebelum meninggal, RA berstatus dalam Pasien Dalam Pengawasan (PDP) covid-19.

”Kondisi korban saat masuk IGD sudah tidak sadarkan diri. Kondisi kejang dan dilakukan penanganan medis di ruang IGD,” ujar Direktur RSUD Hj Anna Lasmanah dr Erna Astuti melalui rilis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara.

RA sempat mendapat penanganan medis. Namun sayang, nyawanya tidak tertolong. Ia akhirnya meninggal pada pukul 11.00 WIB.

Salah satu rekan RA, Nona I yang juga berprofesi  sebagai pemandu lagu menuturkan bila korban bekerja di dua tempat. Yakni di Karaoke Yakuza Klampok dan Starlight Karangtengah.

RA merupakan pendatang dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang kos di Kelurahan Semampir Banjarnegara. Dua hari sebelum dilarikan ke rumah sakit, PL tersebut menerima tamu dari luar kota. Selepas itu kondisi RA tiba-tiba memburuk.

”Kondisi saat itu pas malam hari muntah-muntah. Sesak napas dan tidak bisa tidur selama dua hari,” kenangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjarnegara dr Ahmad Setiawan menjelaskan, berdasarkan gejala klinisnya RA tergolong dalam PDP. Sayangnya, Dinkes belum sempat mengambil sample tes swab-nya.

Loading...

Setelah itu, pada siang hari Gugus Tugas Covid Banjarnegara langsung melakukan sterilisasi di rumah kos RA dan Nona I. Kedua rumah karaoke didatangi dan tidak sedang beroperasi.

”Kebetulan di lingkungan kosnya, orangnya antisosial. Tidak pernah bergaul dengan tetangganya,” terangnya.

Dinkes Banjarnegara kesulitan mengetahui nama dan alamat tamu yang datang. Meski demikian, pihaknya masih mengupayakan penelusuran tamu-tamu RA.

Dalam hari yang sama, Gugas Covid Banjarnegara berkoordinasi dengan keluarga dan Pemkab Sukabumi. Jenazah RA langsung diantarkan ke kampung halamannya.

”Pemulasaran dilakukan dengan menerapkan protokol covid,” katanya.

Sementara itu, Bupati Budhi Sarwono yang membesuk PDP tersebut di rumah sakit merasa sangat prihatin. Dia berharap kasus serupa tidak terulang lagi.

Budhi telah memerintahkan jajarannya untuk mendalami riwayat pasien. Serta melakukan treking dan rapid test orang-orang di lingkungan RA untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan.

”Segera ditelusuri siapa tamu luar kota yang bersama pasien tersebut, juga rekan-rekan pasien. Ini demi kesehatan bersama,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: