Penambang Pasir Akan Dilakukan Rapid Test Guna Cegah Cluster Covid-19 Baru

BNews–SLEMAN– Pemkab Sleman akan laksankan Rapid Test (RDT) Covid-19 kepada para penambang pasir merapi di wilayahnya. Hal ini guna mencegah munculnya klaster Covid-19 di area tambang pasir.

Untuk RDT sendiri akan dilakukan kepada ratusan penambang di wilayah Cangkringan. Direncanakan rapid test tersebut akan dilaksanakan pada Bulan September mendatang. Ini merupakan upaya kedua kalinya dilakukan bagi para penambang pasir di lereng Merapi.

Camat Cangkringan Suparmono mengatakan pelaksanaan rapid test massal bagi para penambang pasir tersebut akan menyasar 254 orang penambang. Kegiatan tersebut rencananya akan digelar dalam dua hari, 8 – 9 September mendatang di Balai Desa Kepuharjo yang lama.

“Kegiatan RDT ini dilakukan secara mandiri dengan biaya dari perusahaan penambang. Ya lebih dari Rp38 juta. Mereka yang akan menjalani RDT adalah penambang yang bekerja di basecamp,” katanya dikutiop Harjo (27/8/2020).

Menurut Suparmono, langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di kalangan para penambang pasir. Sebelumnya, lanjut Suparmono, kegiatan yang sama juga dilakukan oleh perusahaan penambang. Hanya saja waktu itu sasarannya 75 orang penambang dan petugas retribusi tambang.

“Untuk hasil RDT tahap pertama kemarin yang digelar kerja sama antara desa dengan Puskesmas Cangkringan, hasilnya semuanya non reaktif. Ini semata-mata untuk pencegahan saja,” kata Suparmono.

Hal senada disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Kepuharjo, Cangkringan, Heri Suprapto. Pelaksanaan RDT massal akan digelar di Dusun Kopeng, tempat Balai Desa lama Kepuharjo.

“Ini sudah yang kedua kalinya. Sebelumnya sekitar 80 yang ikut RDT massal. Untuk September nanti akan diikuti oleh 254 orang yang selama ini aktif jadi penambang,” katanya.

Selain melakukan rapid test, untuk menghindari munculnya klaster di wilayah pertambangan maupun objek wisata, seluruh perangkat desa dan kecamatan dan pelaku wisata memperketat penerapan protokol kesehatan.

 “Warga juga menerapkan protokol kesehatan mulai jaga jarak, pakai masker dan rajin mencuci tangan,” pungkasnya. (*/islh)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: