Penambangan Pasir di Kawasan TNGM, Berbagai Pihak Adakan Rapat Untuk Dukung Penyelesaian Masalah

BNews—MAGELANG—Rapat Koordinasi Perlindungan dan Pengamanan Kawasan Hutan TNGM Tingkat Kabupaten Magelang Tahun 2020 telah dilaksanakan pada Rabu (21/10/2020) lalu. Rapat ini terkait banyaknya penambangan pasir secara tradisional di kawasan TNGM.

Dengan adanya aktivitas pengambilan material pasir secara tradisional yang mulai merangsek ke dalam kawasan TNGM, maka dipandang perlu meningkatkan fungsi koordinasi antar instansi terkait.

Dalam rapat yang dilaksanakan di Hotel Manohara Resort Borobudur Magelang ini tetap mengacu pada protokol kesehatan yang berlaku. Hadir dalam acara ini, antara lain dari UPT KLHK lingkup D.I Yogyakarta dan Jawa Tengah, instansi terkait lingkup Jawa Tengah, lingkup D.I Yogyakarta, lingkup Kabupaten Magelang, dan juga lingkup Kecamatan Srumbung.

Rapat koordinasi ini menghasilkan rumusan tujuh poin. Dilansir dari ksdae.menlhk.go.id berikut poin-poinnya.

  1. penambangan di kawasan TNGM tidak hanya menimbulkan masalah ekologi (hutan dan tata air), tetapi juga masalah sosial ekonomi, sehingga semua pihak harus menyelesaikan bersama-sama.
  2. Kemudian juga disampaikan bahwa Desa Kemiren dan Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung membutuhkan pemecahan masalah akibat dampak tambang, diantaranya berkurangnya debit air dan luas lahan.
  3. Selain itu, perlunya pengawasan dari BBWSO dan dukungan dari semua pihak terhadap sungai dan sempadan sungai serta aktivitas tambang berizin maupun yang tidak berizin.
  4. Aktivitas penambangan illegal berpotensi menimbulkan konflik, karena sumber daya material semakin habis.
  5. Disepakati juga bahwa perlu satu suara terhadap permasalahan tambang.
  6. Dan perlu adanya telaah detail dari TNGM untuk disampaikan kepada Kementerian LHK dan Kementerian ESDM serta Kemenko Maritim dan instansi terkait permasalahan aktivitas penambangan illegal.
  7. Semua yang hadir di forum mendukung penyelesaian masalah penambangan di dalam kawasan TNGM di wilayah Kabupaten Magelang, dengan solusi yang konkrit dalam bentuk patroli bersama dan aksi penanaman bersama di lokasi bekas penambangan.

Koordinasi ini nantinya diharapkan dapat mendukung percepatan penyelesaian masalah pengambilan material pasir di kawasan TNGM, khususnya di wilayah Kabupaten Magelang. (*/mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: