Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Hasil Nihil, Pencarian Dua Korban Banjir Lahar Merapi di Magelang Resmi Ditutup

Hasil Nihil, Pencarian Dua Korban Banjir Lahar Merapi di Magelang Resmi Ditutup

  • calendar_month Sen, 9 Mar 2026

BNews-MAGELANG – Operasi pencarian dua korban banjir lahar hujan di Sungai Senowo yang berhulu dari Gunung Merapi resmi ditutup pada Senin (9/3/2026). Penutupan operasi pencarian tersebut ditandai dengan prosesi tabur bunga dan salat gaib yang dilakukan di lokasi kejadian.

Kegiatan tabur bunga dan salat gaib diikuti oleh keluarga korban bersama Tim SAR gabungan yang selama tujuh hari terakhir melakukan upaya pencarian di sepanjang aliran sungai.

Operasi pencarian secara resmi ditutup sekitar pukul 16.42 WIB. Penutupan operasi ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Magelang, Grengseng Pamuji.

Koordinator Basarnas Unit SAR Borobudur, Arif Yulianto, mengatakan bahwa operasi pencarian dihentikan setelah berlangsung selama tujuh hari sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) Basarnas.

“Operasi SAR pencarian pertolongan, kita tutup hari ini,” kata Arif kepada wartawan, Senin (9/3/2026).

Arif menjelaskan, selama proses pencarian tim SAR gabungan telah berupaya maksimal dengan mengerahkan berbagai peralatan, termasuk alat berat di sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi keberadaan korban.

“Untuk update hari ini kita sudah mengupayakan dan memaksimalkan seluruh potensi yang ada. Basarnas Unit Siaga SAR Borobudur beserta Tim SAR gabungan sudah memaksimalkan menggunakan alat berat di dua titik yang memang kita curigai adanya korban. Namun, hingga sore hasil masih nihil,” sambung Arif.

CEK BERITA UPDTE LAINNYA DISINI (KLIK)

Meski operasi pencarian secara resmi ditutup, pihak Basarnas menyatakan tetap akan melakukan pemantauan apabila ditemukan indikasi keberadaan korban.

“Tapi, kita lakukan pemantauan. Jika mana ada penemuan atau indikasi mengarah ke korban kita akan selalu siap untuk melakukan evakuasi,” tambah Arif.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Magelang Grengseng Pamuji juga menegaskan bahwa penutupan operasi pencarian telah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Ini kan dari Basarnas dengan 7 hari pencarian sesuai dengan SOP kan sudah dihentikan,” kata Grengseng.

“Ini, kita tutup 7 hari pencarian,” tegas Grengseng.

Hingga operasi pencarian ditutup, masih terdapat dua korban yang belum ditemukan, yakni Maryuni dan Hasyim. Maryuni diketahui berprofesi sebagai penjual makanan di warung, sementara Hasyim bekerja sebagai pencari pasir di kawasan tersebut.

Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima keputusan penghentian operasi pencarian dengan lapang dada.

CEK BERITA UPDTE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Menerima dengan lapang hati. Karena ini kehendak Allah. Atas bantuan dari Basarnas dan tim pemerintah dalam membantu pencarian, walaupun belum bisa diketemukan. Tapi, keluarga tetap legawa,” kata Saaris, paman Hasyim.

Saaris juga mengungkapkan bahwa Hasyim baru menikah sekitar lima bulan lalu dan saat ini istrinya tengah mengandung dengan usia kandungan empat bulan.

“Dan mengapresiasi atas perhatian dari pemerintah. Hasyim sudah berkeluarga, walaupun baru memulai karena kurang lebih menikah lima bulan yang lalu. Dan saat ini di dalam kandungan istrinya baru empat bulan,” ujar Saaris.

“Kita berharap semoga keponakan saya (Hasyim) meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Meninggal dalam keadaan sahid sehingga di lapangkan untuk menuju rumah Allah,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa keluarga telah ikhlas menerima keputusan penghentian pencarian sehingga tidak meminta adanya perpanjangan operasi SAR.

“Karena kita sudah legawa dan terima. Iya (tabur bunga dan salat gaib). Itu tabur bunga adalah untuk keikhlasan kita mengirim bahwa kita telah yakin kalau Hasyim telah tiada, telah meninggal. Dan dilaksanakan salat gaib dan tabur bunga,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, banjir lahar hujan terjadi pada Selasa (3/3/2026). Akibat peristiwa tersebut, empat orang dilaporkan hilang. Proses pencarian kemudian dilakukan sejak Rabu (4/3/2026) hingga akhirnya ditemukan dua korban dalam kondisi meninggal dunia.

Kedua korban tersebut adalah Heru Setyawan (25), warga Desa Krinjing, dan Arif Fuad Hasan (26), warga Ngargosoko, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Sementara dua korban lainnya hingga kini masih belum ditemukan. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less