Semangat Itu Masih Ada, Dari Ndeso Untuk Indonesia

INDONESIA negara yang sangat kaya raya. Julukan zamrud khatulistiwa masih kita ingat pelajaran di bangku sekolah kita. Bahkan Raja Salman dari Saudi Arabia mengatakan dan mengibaratkan bahwa Indonesia bagaikan potongan surga.

Hal tersebut memang tepat disandangkan untuk negeri kita tercinta Indonesia. Alhamdulillah, penulis pernah diberikan kesempatan keliling ke seluruh penjuru Nusantara dari Sabang sampai Merauke, dari pulau Miangas sampai pulau Rote. Setiap jengkal tanah Indonesia ini pernah saya datangi. Keindahan alam, kekayaan baik di laut, di dalam bumi di atas bumi dan di udara sepertinya tidak ada duanya di dunia ini. Keragaman suku bangsa dan budaya pun saya pelajari.

Keliling seluruh penjuru Nusantara adalah yang luar biasa. Dapat mengetahui betapa dahsyatnya tambang emas Freeport di Timika Papua, dapat melihat begitu kaya nya minyak bumi di Tarakan Kalimantan Timur, Batubara di Kalimantan Selatan, Nikel di Sulawesi Tenggara, Gas di Aceh dan masih banyak lagi. Belum lagi budaya di masing masing daerah yang sangat kaya.

Itu sekelumit cerita begitu besar dan kaya raya bangsa kita Indonesia.

Bulan Agustus adalah bulan yang sangat bersejarah bagi bangsa kita. Tanggal 17 Agustus 1945 bangsa kita menjadi bangsa yang merdeka. Merdeka dari cengkeraman para penjajah baik Portugis, Belanda, atau pun Jepang. Semua komponen anak bangsa bersatu padu membela negara dan memperjuangkan kemerdekaan. Ulama, kaum cendekia, tentara rakyat dan semua berjuang bersama untuk terwujudnya satu bangsa yang disebut Indonesia.

Saat ini 74 tahun sudah bangsa kita merdeka. Merdeka dari kolonoalisme dan penjajahan. Walaupun masih ada yang mengatakan saat ini kita menghadapi lagi penjajahan gaya baru. Bukan penjajahan teritorial dan militer, tetapi penjajahan ideologi, politik, hukum, ekonomi serta kebudayaan. Jati diri bangsa yang adi luhung, kedaulatan bangsa yang direbut dengan darah serta air mata harus selalu kita jaga.

Di desa desa, masih sangat bersemangat untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia dengan berbagai kegiatan. Ada yang melakukan lomba lomba, mempercantik gapura sampai melakukan doa bersama di malam tirakatan. Semangat itu masih ada, semangat untuk Indonesia, semangat untuk bumi pertiwi. Jangan sampai bangsa kita hilang kedaulatannya. Kita jaga untuk anak cucu kita. Dari Ndeso untuk Indonesia adalah ungkapan rasa cinta anak anak bangsa.

Loading...

Bersatu kita teguh, Bercerai kita runtuh. Wahai para penguasa, para politisi di Jakarta, datanglah ke desa, belajarlah dengan orang desa makna kemerdekaan sejati, makna guyub rukun dan kebersamaan, arti saling toleransi yang sesungguhnya serta mencintai negeri tanpa menyakiti.

Salam dari desa untuk Indonesia.

(Penulis Anang Imamuddin Pengagas Kampung Wisata Ndeso Muntilan)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: