Polisi Benarkan Kuasa Hukum Pelaku Penganiayaan Secang Laporkan Balik Korban

BNews–MUNGKID— Terkait kasus pengrusahan rumah dan penganiayan di Secang beberapa waktu lalu terus berlanjut. Meskipun enam pelaku sudah diamankan, namun kasus ini belum selesai.

Dimana , Kuasa Hukum dari lima pelaku mengaku sudah melaporkan balik korban ke pihak kepolisian. Dimana korban diketahui bernama Vinsa, 24, warga Kwaluhan, Desa Madusari Kecamatan Secang.

“Benar, sudah ada laporan dari pengacara para pelaku. Kini masih proses lidik,” ungkap Kasubag Humas Polres Magelang, IPTU Motohir saat dikonfrimasi Borobudurnews.com (3/12/2020).

Dimana sebelumnya diberitakan bahwa polisi berhasil mengamankan enam pelaku penganiayaan tehadap korban Virsa, pada 28 November 2020 lalu. Dan salah satu pelaku masih dibawah umur sehingga tidak dilakukan penahanan. Karena proses masih penyelidikan lebih lanjut.

Saat itu, Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Hadi Handoko menyebutkan bahwa para pelaku ini adalah KAEP alias Ngokngok, 23, warga Nambangan Kota Magelang; ADK Alias Hambem,21, warga Nambangan Kota Magelang, TSW alias Ambon, 39, warga Gelangan Kota Magelang; CP alias Sentu, 26, warga Nambangan Kota Magelang dan UM, 28, warga Secang Kabupaten Magelang

“Lalu yang dibawah umur adalah SB alias Qobil,17, warga Nambangan Kota Magelang,” terangnya.

Keenam pelaku ini, lanjutnya memiliki peran masing-masing. “ Pelaku KAEP, ADK, TSW, dan SB melakukan pemukulan terhadap korban. Lalu KAEP menyetrum korban, sedangkan CP dan UM melakukan perusakan rumah,korban dengan memecah kaca jendela , merusak perabot rumah dan merusak pintu rumah,” paparnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

AKP Hadi Handoko juga menyampaikan untuk tersangka SB alias Qobil, 17, warga Kota Magelang tidak dilakukan penahanan. Hal tersebut mengingat masih dibawah umur dan mendapat jaminan dari orang tuanya, tetapi tetap menjalani proses hukum.

KUASA HUKUM PELAKU LAPORKAN BALIK KORBAN

Sementara dilangsir dari siagaonline, Kuasa Hukum BPPH (Badan Penyuluhan  dan Pembelaan Hukum) Pemuda Pancasila Magelang, Basori Edi Prascaya membenarkan telah membuat laporan bali. Laporan tersebut terhadap pelapor Vinsa, 24, dan temannya, pada Rabu (2/12/20).

Dia juga menjelaskan kronologi sebenarnya kepada siagaonline, dimana sebelumnya pada Senin (23/11/2020) sekitar pukul 21.30 WIB. DImana saat berada di pertunjukan jatilan Dusun Catak, Desa Malyocondro, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

“Pada saat itu Yuka, sedang menonton bersama saksi, selanjutnya didatangi Vinsa,24, bersama beberapa temannya dan memukul dengan tangan yang ada alat bantu nekel (keling). Pemukulan sebanyak tiga (3) kali yang diarahkan ke muka bagian pelipis dan dahi. Yuka mengalami rasa sakit di pilipis dan dahi,” kutip siagaonline.

Lebih lanjut Basori mengatakan, selang sehari, Arif anggota Pemuda Pancasila Magelang Kota (PP) mau klarifikasi kerumah Vinsa, 24, karna yang di pukuli itu temannya dan diantar sama Agus.

Setibanya dirumah Vinsa, kata Basori, Arif langsung ditarik ke dalam rumah, sedangkan Agus yang berada di luar rumah di pukuli dan dikroyok teman temanya Vinsa.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Sedangkan kunci motor di rampas, entah bagaimana menyampaikan kata kata apa kurang jelas, karna saat saya belum detail bertemu Arif, karena posisinya di ruang tahanan,” jelas Basori. langsir siagaonline.

Setelah itu, lanjutnya, Arif di lepaskan akan tetapi kunci motor tidak di kasihkan dan mereka menuntun motor mereka.

Sehari berikutnya kebetulan saat menengok teman nya yang ada di rumah sakit RSU anak anak pada berkumpul mmeminta bantuan untuk mengambilkan kunci motor ke Vinsa.

Memang kami akui, ada yang bawa setrum tetapi kabar berita yang tersebar di lingkungan, bahwa ada anaknya korban berumur 4 tahun di setrumi sebenarnya bukan di setrumi tapi malah buat tameng bapaknya (Vinsa),” terangnya.

“Biar tidak di pukuli anak tersebut malah di gendong oleh Vinsa, terus sama Tri  anak tersebut di minta biar tidak jadi korban tapi malah terus Vinsa lari. Lalu, Adiknya Vinsa datang dengan bawa lima temannya dengan membawa pedang, Sama anak anak di kejar malah yang bawa pedang itu takut,” tambahnya.

Setelah itu Agus, Arif dan Yuka, tidak berani pulang setelah kejadian itu, bukan melarikan diri akan tetapi ada ancaman dri pihak Vinsa.

“Saya ketemu Arif dan Yuka dan menceritakan kronologi kejadianya dan terus kantor Polisi, untuk klarifikasi dan kalau memang dari segi hukum salah ya mau gimana lagi. Akan tetapi awal rentetan kejadianya seperti itu,” ungkapnya.

Dikatakannya lagi, Kemudian setelah di periksa semua dari yang hadir disana  5 orang di tahan.

“Kami juga sudah melaporkan pemukulan yang di lakukan cuma perampasanya belum bisa karena Arif nya ada di tahanan. Pada intinya kita terima dan kita hormati proses hukumnya, akan kami minta yang seimbang karena kejadian ini, ada sebab akibatnya dari kejadian sebelumnya,” pungkasnya. (*/her)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: