PPMT UNIMMA Bantu Kuatkan UMKM Kripik Tempe Di Salam
- calendar_month Rab, 11 Jan 2023

Mahasiswa PPMT UNIMMA saat dampingi UMKM Keripik Tempe di Salam
BNews–MAGELANG-– Universitas Muhammadiyah Magelang kembali mengadakan program PPMT (Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu). Dimana kali kini sudah mencapai periode ke VI.
Pada kesempatan tersebut, para mahasiswa melaksanakan PPMT di Dusun Duwet, Desa Mantingan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Kegiatan PPMT tersebut dilakukan selama 1 bulan dimulai pada 14 desember 2022 hingga 14 januari 2023.
Kelompok PPMT ini diketuai oleh Dr. Ahwy Oktradiksa, S.Pd.I., M.Pd.I sekaligus sebagai dosen pembimbing. Adapan anggota kelompok PPMT kali ini terdiri dari 5 anggota mahasiswa FEB yaitu Himawan Anorogo; Rizal Wahyu Afafa, Dimas Dirga Pratama, Rosyda Izzati Rohmah, Tesa Nokia.
Pada kesempatan kegiatan PPMT ini kami telah mensurvei di Desa Mantingan untuk melakukan program PPMT periode ke VI.
Pertama, para mahasiswa ini meminta izin untuk mengadakan kegiatan PPMT di Desa Mantingan. Hal tersebut telah diizinkan oleh Kepala Desa Mantingan.
Kemudian para Mahasiswa diarahkan oleh ketua RT Dusun Duwet untuk mensurvey UMKM pembuat Kripik Tempe di Dusun Duwet.
Setelah itu, para Mahasiswa melakukan perbincangan dan mencari kendala apa yang terjadi pada UMKM Kripik Tempe tersebut.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Solikhati selaku pemilik UMKM Kripik Tempe menjelaskan bahwa pihaknya masih menggunakan sistem tradisional. Yakni tanpa memperhatikan berapa uang yang diterima atau yangdikeluarkan.
“Kami tidak memikirkan itu, dengan alasan mereka enggan untuk menulisnya dan tidak ada waktu untuk menulis. Hal yang terpenting yaitu uang yang diperoleh dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Kemudian dalam kegiatan operasional produksi, Solikhati menjelaskan bahwa peralatan yang digunakan; masih menggunakan tradisional. Dan dalam proses penggorenganpun masih menggunakan tungku, terkecuali alat pemotong tempe menggunakan mesin.
Sedangkan untuk kegiatan pemasaran, Solikhati memasarkannya dengan mensetor hasil produksinya ke agen. “Agen tersebut yaitu pak RT itu sendiri,” imbuhnya.
Dengan begitu pada program PPMT periode VI, kelompok mahasiswa tersebut melakukan penguatan UMKM Kripik Tempe di Dusun Duwet.
Mereka memberikan edukasi dan mengenalkan bagaimana cara melaksanakan pengelolaan keuangan yang baik dan benar. Dengan tujuan agar UMKM tersebut mengetahui berapa keuangan yang telah diterima dan keuangan yang telang dikeluarkan.
Pada program ini tersebut dengan mengenalkan dan memberikan sebuah papan tulis untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan yang telah terjadi selama 1 minggu.
Kemudian jika telah mencapai 1 bulan hal tersebut diakumulasi dan ditulis pada sebuah buku.
Hal tersebut diharapakan membantu para pelaku UMKM kripik tempe yang sebagian besar sudah berumur lebih dari 30 tahun. Yakni untuk lebih memperkuat UMKM kripik tempe kami memberikan peralatan berupa alat kebersihan dan peralatan menggoreng untuk menunjang kegiatan produksi.
Dengan adanya program PPMT di Dusun Duwet pada UMKM Kripik Tempe diharapkan juga apa yang telah diberikan dapat bermanfaat untuk keberlangsungan produksi dan penguatan pada UMKM terebut. (adv)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar