Puluhan Mobil Pengangkut Ayam Potong Gerudug Pemkab Magelang

BNews–MUNGKID– Puluhan mobil supleyer ayam potong Magelang Temanggung gerudug pemkab Magelang pagi tadi (27/7). Mereka ingin mengadu dan mengeluh karena harga ayam potong di Magelang tidak kunjung turun.

BNews–MUNGKID– Puluhan mobil supleyer ayam potong Magelang Temanggung gerudug pemkab Magelang pagi tadi (27/7). Mereka ingin mengadu dan mengeluh karena harga ayam potong di Magelang tidak kunjung turun.

Salah satu peserta aksi yang notabennya seorang supleyer ayam asal Temanggung, Nurhabib, 41 mengungkapkan bahwa aksi ini diikuti oleh ratusan supleyer dan broker ayam dari Temanggung dan Magelang.

“Perwakilan kami sudah masuk kedalam untuk melakukan audensi dengan Pemda Magelang, dan kami menunggu hasilnya disini,” katanya kepada awak media.

Ia juga menceritakan bahwa salah satu faktor kenaikan harga ayam ini disinyalir karena waktu produksi ayam siap potong mundur dari jadwal seharusnya.

“Informasi yang kami dapat hal ini karena vaksin obat untuk ayam potong di batasi oleh pabrik yang mengeluarkan, sehingga ayam yang harusnya 40 hari siap potong ini jadi mundur,” jelasnya.

Selain itu, Habib juga mengungkapkan bahwa pakan untuk ayam potong naik, sehingga harga ayam naik. “Ayam potong biasanya kami ambil dari Kantor itu standar 18 ribu sampai 19 ribu per kilonya, atau dari broker 20 ribu atau 21 ribu,” paparnya.

Namun sekarang supleyer mengambil ayam potong dari Kantor sudah mencapai 24 ribu perkilonya atau dari broker 25-26 ribu perkilonya. “Dengan harga segitu supleyer yang kebingungan mengirim ayam potong ke pemotong ayam yang ongkos produksi mereka juga cukup tinggi,” tegasnya.

Biasanya rata rata harga ayam potong di pasaran standarnya 26-28 ribu maksimal 30-31 ribu.

“Namun sekarang dengan harga dari kantor atau broker sudah tinggi ditambah biaya produksi pemotong ayam tinggi maka harga ayam potong di pasar bisa mencapai 40 ribu per kilonya,” ujar Habib.

Aksi para supleyer ini buntut dari aksi sebelumnya yang melakukan mogok massal selama tiga hari mengirim ayam potong ke para pemotong ayam. Sehingga pedagang ayam potong di pasar tidak ada barang untuk dijual.

“Saya berharap nanti hasil audiensi di dalam bisa memberikan nafas lega bagi kami, karena hal ini semua pihak dirugikan mulai dari broker, supleyer, pemotong ayam, pedagang ayam potong dan konsumen,” pungkasnya (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: