Rangkul Korban PHK dan Pengangguran, Warga Magelang Sukses Ternak Olah Lele

BNews—TEGALREJO— Pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 menyebabkan banyak perusahaan merugi. Mereka akhirnya melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal terhadap karyawan atau pekerja hingga berdampak pada peningkatatan tajam jumlah pengangguran.

Bagaimanapun, para pengangguran ini tidak bisa selamanya pasrah pada nasib dan hanya berdiam diri di rumah. Mereka tetap harus mencari nafkah sebagai sumber kehidupan.

Dengan memaanfaatkan ketersediaan air yang sangat kurang, warga Dusun Wonosari, Desa Banyusari, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang memutuskan untuk beternak lele. Mulai melakukan proses pembibitan, pengolahan makanan berbahan dasar lele sampai pada pemasaran sehingga menjadi usaha yang menguntungkan.

Ketua kelompok budidaya perikanan ’Kelompok Wono Mina Sari’, Andi Susanto menuturkan, kelompok ini sudah dikelola sejak tahun 2009. Hingga saat ini, ada dua jenis indukan berkualitas yang diternaknya yakni Mutiara dan Sangkuriang.

”Pada beberapa waktu itu, kami mengalami kegagalan. Dari kegagalan itu, setelah kami evaluasi, ternyata diperoleh kesimpulan,”tutur Andi dikutip Borobudur News dari kanal YouTube Cap Capung, Sabtu (9/5).

”Bahwa kami membutuhkan induk yang berkualitas. Sehingga hasil bibit tersebut mendapatkan induk lele yang unggul,” sambungnya.

Setelah berhasil membudidayakan lele, Kelompok Wono Mina Sari kemudian berusaha membuat sebuah kawasan jalur lele. Mulai dari pembibitan, pembesaran, sampai ke hasil olahan lele.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Andi juga menggandeng warga setempat yang menjadi korban PHK dan pengangguran. Langkah itu sesuai dengan salah satu motto hidupnya ’Kita hidup akan lebih bahagia jika kita hidup berguna untuk lingkungan dan masyarakat’.

”Banyak teman-teman warga kami yang di-PHK dan banyak penagngguran. Sehingga ada yang (dirangkul) budidaya, pembibitan. Dan juga kalau yang masih muda menjadi kurir pengiriman barang dari lokasi produksi sampai ke masing-masing komsumen,” jelasnya.

Andi kemudian merambah ke usaha pengolahan lele dengan mengajak Ibu-ibu berkreasi an berkarya. Meskipun diakui pada awalnya sangat sulit dilakukan.

Ketua Kelompok Wono Mina Sari Andi Susanto.

Satu cara yang coba dilakukan saat itu yakni membagikan lele kepada Ibu-ibu. Beberapa produksi olahan lele yang dihasilkan kelompok tersebut di antaranya olahan lele segar berbumbu, steak lele, pastel lele, tahu lele dan lele asap.

”Jadi unggulan produk kami di sini adalah lele asap. Dengan produk kami yang sederhana, karena latar belakang Saya orang sipil, Saya mencoba membuat alat pengasapan dengan drum. Dari hasil pengasapan ini, Alhamdulillah banyak pesanan juga,” terangnya.

Dari hasil kreasi yang beragam itu, para pengurus kelompok Wono Mina Sari kemudian memasarkannya. Akhirnya sampai saat ini produk olahan tersebut sudah mencakuo area besar Kabupaten Magelang. 

”Hasil olahan lele dijual melalui media sosial, WhatsApp grup, Facebook dan produk-produk ini bisa diantar ke tujuan. Peminat pembeli lumayan jadi banyak,” ungkapnya.

Andi menerangkan dalam beternak lele, kelompok budidayanya selalu mengusahakan memberikan pakan murni. Tanpa ayam tiren atau nasi bekas. Dengan pakan murni, mereka berupaya menjadikan lele di tempatnya tetap higienis dan bersih.

”Pakan kami adalah pelet yang telah kami fermentasi dengan buah pepaya, buah nanas, sehingga selama 50 hari kami bisa panen. Jadi kami tidak ada pakan tambahan seperti tiren, nasi bekas atau apapun. Karena itu memang sangat kami larang,” tegasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: